KAMPUS

Siti Aminah :  Mahasiswi yang Mampu Berbisnis dan Cakap Sebagai Jurnalis

1
×

Siti Aminah :  Mahasiswi yang Mampu Berbisnis dan Cakap Sebagai Jurnalis

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Menjadi anak muda masa kini mestilah peka terhadap isu-isu terkini agar hidup lebih bervariasi dan tidak berputar di satu titik saja. Begitulah Siti Aminah yang meniti perjalanan ganda sebagai Mahasiswa sekaligus sebagai seorang santri. Ia fokus belajar dengan tekun dan mengabdi sepenuh hati di pondok pesantren.

Siti Aminah yang kerap disapa Aminah ini merupakan seorang Mahasiswa Program Studi Manajemen di Universitas Terbuka, Bandung. Ia juga merangkap peran sebagai seorang santri di sebuah Pondok Pesantren Pramuka di Tasikmalaya.

Di luar kampus, ia aktif sebagai seorang jurnalis yang kerap mengeksplorasi isu-isu lingkungan dan terlibat dalam kegiatan pemerintah sehingga jadi bagian dari inisiatif sosial yang relevan dengan masyarakat.

“Saya sering menjadi fasilitator dalam berbagai event perusahaan dan pemerintah serta organisasi yang tujuannya untuk mengembangkan keterampilan dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar,” kata Aminah.

Selain itu, ia juga merupakan seseorang yang mencintai pramuka. Aminah pernah menjadi peserta Peran Saka Jawa Barat serta menjadi panitia pada Jambore Nasional dan Raimuna Nasional.

“Sejak SMP hingga SMA, saya aktif di berbagai organisasi, menjadi bagian yang berkontribusi dalam pramuka, paskibra dan organisasi pencinta alam. Keterlibatan saya semakin berkembang melalui peran aktif di OSIS dan organisasi lainnya. Saya berkomitmen membangun keterampilan kepemimpinan dan kerjasama sejak sekolah menengah,” ujar Remaja kelahiran Purwakarta ini.

Baca Juga  Aulia Az Zahro, Tekun Berusaha Tumbuhkan Semangat Lewat Pramuka

Sebagai jurnalis, ia pernah mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik di Kalimantan Timur selama lebih kurang tiga bulan.

“Dorongan utama yang membuat saya melibatkan diri dalam dunia jurnalistik adalah saya merasa memiliki passion dalam bidang tersebut dan memiliki kepuasan pribadi. Setiap langkah dan pencapaian kecil memberikan kegembiraan dan motivasi tambahan,” ujarnya.

Kesadaran akan dampak positif yang dapat dihasilkan dalam keterlibatan dalam menulis menjadi pendorong utama keinginannya untuk terus berkembang dan belajar, memberikan kebermanfaatan bagi sekitar dan konsisten dalam melibatkan diri secara berkelanjutan.

Dalam berbagai kegiatan yang ia lakukan, ia mengaku termotivasi dan merasa terdorong untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif.

“Saya terinspirasi dari tokoh-tokoh yang telah menunjukkan dedikasi, ketekunan dan keberhasilan dalam perjalanan mereka, melalui semangat dan cerita inspiratif mereka, saya merasa termotivasi mengejar dan mencapai tujuan saya,” tuturnya.

Ia bertekad memberikan pengaruh positif sebagai fasilitator, menyuarakan isu-isu penting melalui jurnalisme dan menjadi agen perubahan sebagai generasi muda.

“Semoga saya bisa terus berkembang dan berperan sebagai mahasiswa, santri, jurnalis, fasilitator, dan sebagai bagian dari generasi muda tentunya bisa mengasah keterampilan dan pengetahuan. Saya berharap bisa menemukan kedamaian sebagai mahasiswa dan spiritualitas sebagai seorang santri,” ucapnya.

Ia berharap, perjalanannya tidak hanya memberikan dampak positif pada diri sendiri namun bisa menginspirasi dan bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga  Prodi S1 Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan Departemen Kebidanan FK Unand Gelar Edukasi PHBS

Ia memiliki keinginan menjadi seorang pengusaha yang mampu memberikan dampak positif dan signifikan pada masyarakat, serupa dengan kontribusi yang diberikan oleh Ir. Sholah Althiyah.

“Saya terinspirasi dari kisah beliau yang membangun entitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada kesuksesan finansial, namun juga memberikan manfaat nyata melalui pembangunan sekolah, lembaga amal, akses transportasi dan institusi pendidikan lainnya,” tutur Aminah.

Untuk menjadi pengusaha yang mampu membangun entitas bisnis yang tidak hanya berfokus pada kesuksesan finansial, ia katakan, saat ini ia sudah mulai belajar menjadi pengusaha melalui sebuah perusahaan yang dibangun oleh gurunya.

“Saat ini saya dengan penuh tanggung jawab mengelola perusahaan tersebut. Saya berkomitmen untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan kepemimpinan serta mengintegrasikan nilai sosial dalam setiap keputusan bisnis yang akan diambil,” tuturnya lagi.

Ia katakan, untuk mempertahankan tingkat produktivitas, ia mesti membuat rencana harian atau mingguan dengan tujuan yang jelas. Menurutnya, hal tersebut sangat membantu tugas-tugas yang menjadi prioritas.

“Saya membiasakan diri membuat jadwal tetap kegiatan produktif. Kemudian istirahat yang cukup bisa membantu menyegarkan pikiran dan mencegah kelelahan. Hindari multitasking yang berlebih, fokus pada satu tugas yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan. Lalu evaluasi diri dan sesuaikan strategi secara berkala, jangan ragu mengambil langkah awal walaupun kecil,” ucapnya.(*)