SUMBAR

Tinjau Pulau Semangki, Wabup Pessel Soroti Proyek Wisata Rp4,7 Miliar yang Kini Terbengkalai

38
×

Tinjau Pulau Semangki, Wabup Pessel Soroti Proyek Wisata Rp4,7 Miliar yang Kini Terbengkalai

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN,, HARIANHALUAN, – Keindahan alam Pulau Semangki Gadang dan Pulau Semangki Ketek di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, ternyata menyimpan potensi wisata yang besar. Namun di balik pesonanya, kawasan yang pernah dibangun dengan anggaran miliaran rupiah itu kini justru terbengkalai.

Hal tersebut terungkap saat Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, melakukan kunjungan langsung ke kedua pulau tersebut pada Minggu (15/3/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung potensi wisata sekaligus meninjau kondisi fasilitas yang telah dibangun di kawasan pulau tersebut.

Dalam kunjungan tersebut, Risnaldi didampingi Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Ronald Bernando, Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Andi Syafinal, Kepala Dinas Perkimtan LH Roli Buchari, serta perwakilan dari Dinas Perhubungan.

Setibanya di lokasi, rombongan langsung meninjau sejumlah fasilitas yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) beberapa tahun lalu. Beberapa di antaranya berupa gazebo, jalan kawasan, musholla, toilet hingga kios kuliner yang sebelumnya disiapkan untuk menunjang aktivitas wisata.

Wabup mengatakan, bahwa kawasan wisata Pulau Semangki sebelumnya mendapat alokasi anggaran pembangunan yang cukup besar. Karena itu ia ingin memastikan secara langsung kondisi fasilitas yang telah dibangun tersebut.

“Kita sudah sampai di Pulau Semangki. Ini dulu dibangun dengan dana DAK lebih kurang Rp4 miliar. Kita ingin melihat langsung apa saja yang dibangun dengan anggaran tersebut di pulau ini,” ujarnya di sela-sela kunjungan tersebut.

Baca Juga  Kolaborasi Hijau: PT Semen Padang dan PPNP Tanam Harapan Lewat 2 Juta Bibit Kaliandra

Diketahui, pada tahun 2022 pemerintah telah melaksanakan pembangunan kawasan pariwisata Pulau Semangki menggunakan dana DAK dengan nilai sekitar Rp4,7 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk membangun berbagai fasilitas penunjang wisata dengan harapan kawasan itu menjadi salah satu destinasi unggulan di Pesisir Selatan.

Namun, kata Wabup, kondisi di lapangan saat itu jauh dari harapan. Ia menilai setelah pembangunan selesai, kawasan tersebut tidak dikelola dengan baik sehingga berbagai fasilitas yang telah dibangun mengalami kerusakan dan tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Tahun 2022 lebih kurang Rp4 miliar anggaran pembangunan kawasan pariwisata di Pulau Semangki. Tetapi setelah selesai tidak terurus dengan baik, sehingga kondisi sekarang tidak bisa dimanfaatkan karena rusak berat,” ungkapnya.

Ia berharap pola pembangunan tanpa pengelolaan yang jelas seperti itu tidak terulang kembali di masa mendatang. Menurutnya, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Meski demikian, Risnaldi mengakui bahwa potensi wisata Pulau Semangki masih sangat besar. Keindahan pantai dengan pasir putih, laut yang jernih serta berbagai spot memancing dinilai menjadi daya tarik kuat bagi wisatawan.

Baca Juga  Satlantas Polres Agam Gelar Penertiban Pelanggaran Kasat Mata

“Hari ini kami mengunjungi Pulau Semangki Gadang dan Semangki Ketek di Kabupaten Pesisir Selatan. Luar biasa indahnya, pantainya bersih, pasirnya putih, spot mancing ada, fasilitas sebenarnya juga sudah ada,” katanya.

Menurutnya, permasalahan utama saat ini bukan pada potensi alam, melainkan pada pengelolaan dan promosi yang belum optimal. Jika dikelola dengan baik dan dipromosikan secara tepat, kawasan ini diyakini dapat berkembang menjadi destinasi wisata favorit.

“Ini tinggal lagi bagaimana kita mempromosikan, mem-packaging, membungkus dan menjualnya sebagai destinasi wisata. Mudah-mudahan ke depan bisa kita garap secara maksimal,” tambahnya.

Risnaldi juga menilai lokasi Pulau Semangki sangat strategis karena jaraknya yang relatif dekat dari daratan utama. Dari Pelabuhan Penasahan, pulau tersebut dapat ditempuh hanya sekitar 10 menit perjalanan menggunakan perahu.

“Jarak dari Pelabuhan Penasahan ke sini hanya sekitar 10 menit saja. Sangat dekat dan potensinya luar biasa,” pungkasnya.

Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan berharap ke depan kawasan Pulau Semangki dapat ditata kembali dengan konsep pengelolaan yang lebih baik sehingga tidak hanya menjadi destinasi wisata baru, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. (*)