KABA RANAH

Semarak Qurani di Kapalo Hilalang: MTQ ke-10 Ditutup Meriah, Lahirkan Generasi Islami dan Tekan Kenakalan Remaja

0
×

Semarak Qurani di Kapalo Hilalang: MTQ ke-10 Ditutup Meriah, Lahirkan Generasi Islami dan Tekan Kenakalan Remaja

Sebarkan artikel ini
Kapalo Hilalang

PADANG PARIAMAN, HARIANHALUAN.ID – Gema ayat suci Al-Qur’an yang menggema selama sepekan akhirnya mencapai puncaknya. Penutupan Lomba MSQ/MTQ ke-10 Remaja Masjid Al Huda Tarok berlangsung khidmat dan meriah, Minggu (16/3/2026), di Masjid Al Huda Korong Tarok, Nagari Kapalo Hilalang.

Wali Nagari Kapalo Hilalang, Hendrizal, hadir langsung dalam acara penutupan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang dinilai mampu membentuk karakter generasi muda.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Pelaksana, Rivaldi, yang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya lomba sejak 9 hingga 14 Maret 2026.

Baca Juga  GPM Diserbu Masyarakat di Nagari Sungai Duo Dharmasraya

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah nagari, Bamus, KAN, masyarakat, pengurus masjid, serta para pemuda yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini. Kami berharap momentum ini terus berlanjut di masa mendatang,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Pengurus Masjid Al Huda Tarok, Herman Candra, yang mengapresiasi peran jamaah dan pemerintah nagari dalam mendukung kegiatan tersebut.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wali Nagari Hendrizal menilai kegiatan MTQ memiliki dampak positif dalam membina generasi muda, khususnya dalam menekan berbagai potensi kenakalan remaja.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kita bisa meminimalisir tindakan negatif di kalangan remaja seperti tawuran, geng motor, hingga penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Baca Juga  Pemkab Tanah Datar Kendalikan Populasi Hama Tikus

Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan dan tidak hanya terbatas pada organisasi remaja masjid, tetapi juga melibatkan elemen masyarakat lainnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, pemerintah nagari berkomitmen mengalokasikan tambahan anggaran dari dana operasional desa untuk mendukung kegiatan keagamaan tersebut, meskipun di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Ini bukti bahwa pemerintah nagari tetap hadir dan memberi perhatian terhadap kegiatan positif di tengah masyarakat,” katanya.