SASTRA BUDAYA

Kearifan dan Tahta Tanpa Siksa

0
×

Kearifan dan Tahta Tanpa Siksa

Sebarkan artikel ini
Pinto Janir
Pinto Janir

KETIDAKARIFAN  itu bagai halaman tanpa pagar, bagai rumah tanpa pintu. Ketika dimasuki, ia gampang dirasuki.

Kebijaksanaan tanpa kearifan semamang pantun tanpa diksi. Ada bunyi, tapi tak berisi.

Orang yang tak peduli pada alam tak akan pernah berintuitif.  Karena, intuitif bermula dari kecerdasan imajinatif.

Alat utama dari kecerdasan imajinatif adalah otak dan hati. Otak memproduksi pikiran. Hati memproduksi perasaan.

Pikiran dan perasaan adalah tempat atau ruangnya alam yang beralam. Bukan alam dalam kelam. Tapi,  adalah alam  dalam kalam nan sabana kalam.

Baca Juga  Alek Mandeh 2024 Dibuka, Pemkab Terus Dorong Kebudayaan di Sijunjung

Kearifan itu alamnya alam. Maqom kearifan itu ” paham”. Pahamnya, paham !

Sedang  maqom kebijaksanaan adalah ” tahu/pengetahuan” dan mengerti dengan pengertian.

Kebijaksanaan belum tentu kearifan. Kearifan berneraca keserasian, keharmonisan dan keadilan. Kearifan adalah jalannya akal. Kebijaksanaan adalah jalannya  pikiran.