INSTITUT TEKNOLOGI PADANG

Kisah Perjalanan Panjang Zulfa Eff Uli Ras Hingga Menjabat Ketua Yayasan ITP!

8
×

Kisah Perjalanan Panjang Zulfa Eff Uli Ras Hingga Menjabat Ketua Yayasan ITP!

Sebarkan artikel ini
Ketua Yayaan Institut Teknologi Padang, Zulfa Eff Uli Ras
Ketua Yayaan Institut Teknologi Padang, Zulfa Eff Uli Ras

HARIANHALUAN.id – Pendidikan seyogyanya merupakan jalan mutlak untuk memajukan sebuah peradaban. Sosok nama yang pantas disebut seiring dengan pengabdiannya yang tulus dan ikhlas, terutama dalam bidang pendidikan adalah Zulfa Eff Uli Ras, Ketua Yayaan Institut Teknologi Padang (ITP).

Sosok praktisi sekaligus akademisi yang telah banyak malang melintang dalam ranah akademik dan ilmu pengetahuan. Lahir pada 15 Februari 1951 di Nagari Simabua, Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Zulfa berhasil mengemas sederet prestasi.

“Saya dibesarkan dalam lingkungan dan budaya yang berbeda-beda sejak kecil. Diasuh dengan kasih sayang penuh dari seorang nenek, Mak E, yang rupanya hanya berlangsung singkat. Akhirnya saya diajak oleh hidup untuk berjalan di belahan bumi yang lain,” awal mula ia bercerita.

Baca Juga  ITP Siap Menjadi World Class University 2045

Dalam perjalanan hidup tersebut, banyak hal yang terjadi, sederetan peristiwa berharga dan penting mengisi sejarah perjalanan hidup Zulfa. Singkat cerita, sampailah pada 1961 pertengahan Januari, ia pergi meninggalkan Simabua.

“Yogyakarta adalah tujuan saya saat itu. Sebuah kota dengan lambang kebudayaan adiluhung, tempat raja-raja Jawa membagi tahta mereka. Di sana terbilang khasanah intelektual terbentuk. Barangkali inilah yang memikat kedatangan kaum muda, yang berasal dari seluruh penjuru. Saya adalah salah satunya,” tutur Zulfa.

Baca Juga  Berkat Standar Tinggi PLN Selama Ini, PT Kurnia Abadi Padang Kini Mulai Dipikat Industri Nasional

Zulfa ternyata terus menampakkan bakatnya dibidang teknik sejak duduk di bangku ST. Ia juga ditakdirkan untuk selalu berkelana dari Yogyakarta ke Darussalam Banda Aceh ketika masih kelas 5 SD. Belum sempat menyelesaikan STM di Aceh, ia harus melanjutkan sekolah di STMN Padang, Simpang Haru, karena harus pindah ikut orang tua ke Padang.