UTAMAMENTAWAISUMBAR

Wow! 14 Jam Nelayan Terombang-Ambing di Perairan Selat Bunga Laut

0
×

Wow! 14 Jam Nelayan Terombang-Ambing di Perairan Selat Bunga Laut

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan menyelamatkan seorang nelayan terkatung-katung di Perairan Selat Bunga Laut, antara Sipora dan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar), Selasa (22/3/2022). IST

HALUANNEWS, MENTAWAI – Selama 14 jam, seorang nelayan terombang-ambing di Perairan Selat Bunga Laut, antara Sipora dan Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat (Sumbar).

Nelayan yang diketahui bernama Nur Muhammad (53) telah dievakuasi ke Dermaga Tuapejat dengan selamat oleh Tim SAR gabungan dan telah diserahkan kepada pihak keluarga. Diduga kapal nelayan tersebut mati mesin.

Kepala Kantor SAR Mentawai, Akmal menyebutkan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilaporan oleh Anak Buah Kapal (ABK) KM Nade atas nama Andri, yang sedang berlayar dari Tuapejat menuju Siberut, sekitar pukul 09.58 WIB.

Baca Juga  Unjuk Rasa Berdarah di Nepal, Istri Mantan PM Tewas Terjebak dalam Rumah Dibakar Demonstran

“Dari laporan itu, ada kecelakaan bahwa kapal mati mesin di Perairan Selat Bunga Laut. Mendapatkan informasi tersebut kami langsung bergerak cepat untuk menyelamatkan korban,” ucap Akmal.

Ia menyebutkan, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Tim Rescue Mentawai, TNI-Polri, BPBD Mentawai menemukan nelayan itu pada pukul 11.31 WIB, pada koordinat 1° 52`6.15″ S – 99°29’0.50″ E.

Akmal mengatakan, nelayan tersebut terombang-ambing di atas perahu kayu berukuran enam meter, dengan mesin long tail selama kurang lebih 14 jam, sejak Senin (21/3/2022) malam di Selat Bunga Laut, antara Pulau Siberut dengan Pulau Sipora.

Baca Juga  Jamkrida Sumbar Jamin Kredit 88 Ribu UMKM, Tembus Rp15 Triliun

“Saat ini survivor sudah dievakuasi ke Dermaga Tuapejat dengan selamat dan diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya. (h/red)