UTAMARANAH & RANTAU

Menggali Potensi Nagari untuk Percepatan Pembangunan Daerah

0
×

Menggali Potensi Nagari untuk Percepatan Pembangunan Daerah

Sebarkan artikel ini
Jurnalis nagari
Pimpinan Umum Harian Haluan (Zul Effendi), Pemimpin Redaksi (Revdi Iwan Syahputra), Pimpinan Haluan.id (David Ramadian) foto bersama dengan peserta pelatihan jurnalistik bagi perangkat nagari se-Sumbar, di Kantor Harian Haluan, Komplek Lanud Sutan Syahrir, Kota Padang, Kamis (24/11/2022). IRHAM

HARIANHALUAN.ID — Zaman serba cepat ini, informasi bisa tersebar ke berbagai penjuru dalam hitungan detik. Peristiwa nagari dalam sesaat bisa tersiar hingga perantau yang berada di luar negari dan sebaliknya.

Kemajuan era teknologi ini patut dimanfaatkan oleh seluruh pihak, termasuk pemerintahan nagari sebagai ujung tombak dalam percepatan pembangunan daerah di Sumbar. Menyadari hal itu, Harian Haluan berkolaborasi dengan Forum Wali Nagari (Forwana) memberikan pelatihan dasar jurnalistik kepada perangkat nagari dari 40 nagari se-Sumbar di Kantor Redaksi Harian Haluan Tabiang, Kota Padang Kamis (24/11/2022).

Kegiatan Pelatihan kader jurnalis nagari Haluan angkatan pertama tersebut, dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Forum Wali Nagari (Forwana) Sumbar, Sudahri, Pimpinan Umum Harian Haluan Zul Effendi, Pimpinan Redaksi Harian Haluan Refdi Iwan Syahputra, serta dibuka langsung oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Sumbar, Amriman.

Baca Juga  Anggota Dewan dari Fraksi PKS dan MUI Sumbar Nyatakan Sikap Larang Bavarian Party di Padang

“Nagari adalah ujung tombak pembangunan Sumbar, namun sayangnya saat ini dari sekitar seribu lima ratusan berita yang diterbitkan oleh media cetak maupun online di Sumbar setiap bulannya. Porsi pemberitaan dari nagari relatif masih rendah. Bahkan tidak sampai seratus perharinya,” kata Pemimpin Umum Harian Haluan Zul Effendi dalam sambutannya.

Rendahnya porsi pemberitaan dari nagari ini, kata Zul Effendi, semestinya harus menjadi perhatian semua pihak. Sebab, menurut dia, terjadinya ketimpangan informasi ini telah mengindikasikan bahwasanya selama ini proses peliputan berita dan isu-isu pembangunan yang ada di nagari, masih sangat bergantung kepada faktor kedekatan antara aparatur nagari dan wartawan saja.

Baca Juga  Doakan Ikhsan! Siswa yang Hanyut di Lubuak Tongga 7 Hari Lalu Masih Belum Ditemukan

“Padahal sejak adanya UU Nomor 6 Tahun 2014, nagari sudah diakui sebagai episentrum atau pusat aktivitas pembangunan daerah yang didalamnya pasti memiliki banyak potensi, isu, maupun program-program pembangunan yang layak dan perlu disampaikan kepada publik,” ucap Zul Effendi, yang juga merupakan Dewan Kehormatan PWI Sumbar ini.