
OBESITAS aku mengangkut sekarung lemak liar lewat etalase mengerikan makanan siap saji dapat menular jadi seribu penyakit bahkan telah menyebabkan berat tubuh terus meninggi setinggi langit membiru mampu menembus angka dan jarum berwarna merah darah aku jadi ketakutan timbangan digital terlihat dimana-mana mau menusuk jantung, otak, sesak nafas sampai paru-paru terbelah dua bolong disedot embun yang berdarah kedua tanganku yang makin membesar dirantai oksigen kuping setengah tuli diinfus bertubi-tubi "kamu harus bertobat, tanam biji jeruk, belimbing, anggur hijau, pisang, apel, manggis, nanas, salak, dan sayur mayur di seluruh aliran sungai yang membentuk jadi pori-pori darah sehat di tubuhmu," pesan permaisuri hati datang bertahun-tahun lalu menyampaikan pekabaran kitab suci menendang jauh bola kematian bersyukur sujud ke tanah basah airmata kulepas dengan satu kata : berubah ! Jakarta, Senin 5 Desember 2022 TINNITUS pekan ini otak kanan kubanting ke tanah tercipta jadi sungai tuli yang bising seperti suara nyeri satwa ( jangkrik !) terkurung aku dalam buku roh nubuat hanya terdiam saat engkau saksikan ribuan virus menular tiba-tiba bermunculan hanya berjarak ruang dan waktu malamhari sunyi-Mu berhamburan amat liar persis di pintu gendang telinga disemprot air keras bertubi-tubi sekarang jadilah penderitaan kesakitan pujangga tua yang tak pernah menangis setelah divonis tumor dan depresi yang disalin lewat deadline koran pagihari nyaris menembus angka tiga puluh tahunan duh, aku ingin turun sampai ke kulit-kulit bumi untuk beri kabar kepada para malaikat tugas pelayanan masih dalam perjalanan ke padang gurun dimulai dengan suara berisik nyaris seperti petasan siap meledak dalam kematian berkepanjangan Pamulang, 15 Juli 2021 KATARAK membaca puisi mencungkil mata kiri malamhari masih sunyi dihajar ratusan batu kali bumi jadi lelehan putih bersih tertutup kabut gatal dan gelisah dialirkan ke sebuah telaga semoga doa ini mencair di tangan tabib esokhari jadi semangat lagi mendaki ke tubuh matahari Jakarta, Selasa 22 November 2022 KANDANG BERACUN kutulis kesaksian ganjil dengan mata kiri berair saat matahari tak mau berlari pagi untuk seorang pesakitan sedang terbaring malas di atas kasur menular ganas dan berbisa dari mulutnya hanya ada sisilah tipuan-tipuan menahun berasal dari rumah tua terbelah dua hilang ditelan masa lalu setiap jam berdetak keras dibunyikan sangkakala keluh kesah bersenggama dengan perempuan bernanah ditaburi daun tembakau segar ditidurinya kitab-kitab kehidupan sekarang hanya tinggal penyesalan dikurung dalam kandang beracun disuguhkan ratusan butir obat keras ditemani sepertiga malaikat legion cerita omong kosong Jakarta, Minggu 27 November 2022 TAHUN KRITIS bersiap sedialah, saudaraku dalam hari ke depan kilas balik akan mulai dihitung maka pintu hati harus ditutup mulut jangan bercakap sedap orang-orang berkulit hitam akan mengejar utang- piutang dililit jaringan server internet kredit macet tak bergerak dari bank berwajah emas ancaman kemudian akan datang lewat nyanyian serombongan kuman dan virus menyebar di beranda rumah sakit mengalir deras air infus sampai ke muara samping rumah aku terus ketakutan gelisah semakin basah sebab dari hari ke hari tubuhmu masih saja disantap timbangan digital dengan harga memuaskan Jakarta, Minggu 27 November 2022 KORUPTOR ratusan tikus (got) berbulu hitam menyerbu rumah kelam sepasang pengantin tua jadi ketakutan mencium racun dari kerakusan benci kepada persungutan setiap jelang malam lantaran kebosanan memunguti mata uang haram dalam lobang paling dalam dipandangnya terus menerus butiran-butiran batu permata mau dikorup jadi mangsa setan tubuh koruptor seharusnya memang disemen beton ! betapa rakusnya tikus (got) berbulu hitam merayap-rayap makan harta rakyat jelata di pinggiran jalan dihirupnya miliaran bintang-bintang bertaburan penjara dijadikan istana tanpa kepanasan anak dan tujuh ratus isteri masih doyan menghitung bunga bank takkan kehabisan oleh kejahatan dibedil senjata tajam hukuman mati tak berkesudahan Jakarta, Jumat 18 November 2022 BIODATA Penyair Pulo Lasman Simanjuntak, dilahirkan di Surabaya 20 Juni 1961-. Alumni Sekolah Tinggi Publisistik (STP-IISIP Jakarta). Karya puisinya telah diterbitkan dalam 7 buku antologi puisi tunggal, dan 18 buku antologi puisi bersama para penyair di seluruh Indonesia. Anggota Dapur Sastra Jakarta (DSJ), Komunitas Dari Negeri Poci (KDNP), Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Sastra Nusa Widhita (SNW), dan anggota Sastera Sahabat Kita (SSK-Sabah Malaysia). Pada saat ini sebagai Ketua Komunitas Sastra Pamulang (KSP). Beberapa kali diundang membaca puisi di Pusat Kesenian Jakarta (PKJ) Taman Ismail Marzuki (TIM). Bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan, dan bekerja sebagai wartawan serta rohaniawan. Kontak Person : 08561827332 (WA).
WhatsApp Harianhaluan.id
+ Gabung





