UTAMAOPINI

Literasi : Pengembangan Diri Tiada Henti

0
×

Literasi : Pengembangan Diri Tiada Henti

Sebarkan artikel ini

Beberapa  tahun terakhir, literasi begitu buming karena mampu meningkatkan kompetensi  dan pengembangan diri seseorang. Hal itu sejalan dengan alasan rendahnya kemampuan membaca dan menalar seorang siswa juga berdampak terhadap lambannya peningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Bahkan kemampuan rata-rata membaca, matematika dan sains siswa Indonesia masih dibawah rata-rata siswa negara ASEAN. Senada dengan itu, UNESCO (United Nations Educations, Sciantific and Cultural Organization) menunjukan bahwa indeks minat baca di Indonesia hanya 0,001. Indeks tersebut dapat diterjemahkan bahwa dari seribu orang hanya ada satu yang memiliki minat baca, yang belum tentu juga suka membaca tulisan-tulisan berkualitas apalagi karya akademik dan ilmiah. Kondisi tersebut menjadi alasan bahwa perlu upaya nyata pengembangan literasi di negara ini. 

Sejatinya literasi bukan hanya tentang menulis dan membaca, namun jauh lebih luas. Literasi  merupakan salah satu bentuk pengembangan  diri tiada henti bagi seseorang. Dengan berliterasi, karya seseorang akan tetap di kenang  sepanjang karya hayat karya tersebut. Literasi  terbukti  dapat meningkatkan  pola pikir dan kecerdasan  seseorang. Dengan berliterasi  orang akan mudah memahami dan mencermati  maksud dari sebuah wacana atau literature lainnya. Dengan berliterasi  kemampuan berpikir  dan bernalar seseorang akan semakin tinggi karena  sudah terbiasa dengan susunan retorika tulis yang kadang bagi orang yang tidak terbiasa menjadi momok yang menakutkan. Bahkan dengan berliterasi seseorang bisa mewujudkan impiannya menjadi seorang penulis, narator atau seorang competitor lainnya.

Literasi juga terbukti bisa mempermudah  seseorang dalam publikasi  ilmiah. Contohnya saja dalam kenaikan pangkat. Orang yang suka menulis, atau  melahirkan sebuah karya yang diakui dalam sistem perhitungan  angka kredit naik pangkat akan dengan mudah mengikuti prosedurnya karena pengakuan  untuk angka kredit publikasi  ilmiah jauh lebih tinggi dari pada angka kredit kegiatan lainnya. Artinya orang yang suka menulis, akan dengan mudah  melengkapi  bahan ketika naik pangkat  karena tidak butuh tahunan untuk mencapai angka kredit yang di prasyaratkan  untuk kenaikan pangkatnya. Namun sebaliknya, mereka yang malas menulis  akan terbentur pada penyediaan  publikasi  ilmiah tersebut. Bahkan kadang harus mengeluarkan kocek tidak sedikit untuk melengkapinya. Jadi literasi bisa meningkatkan prospek pengembangan  karier seseorang, baik Pegawai Negeri Sipil atau pegawai swasta. Dengan berliterasi, orang yang suka menulis,  namanya makin dikenal dan tersorong ke berbagai belahan dunia. Banyak novelis, cerpenis, penyair, dan penulis lainnya mampu meraub banyak pundi- pundi dari tulisan yang dipublikasikannya, baik secara online maupun secara nyata. Jadi pengembangan  diri tidak akan berhenti begitu saja,  semangat literasi tetap kita kembangkan.

Baca Juga  Pemprov Sumbar Dorong Pengembangan Ekonomi Hijau Ketahanan Pangan

Satu Tulisan Satu Hari

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk pengembangan  diri adalah dengan motto “satu tulisan satu hari”. Awalnya mungkin akan terasa sulit, namun suatu pekerjaan jika dilakukan terus -menerus, akan terasa lebih mudah. Seperti bongkahan batu yang terus-menerus disirami air, lama-kelamaan akan pecah juga. Begitu juga dengan diri kita. Untuk tahap awal, menulis  apa saja bisa dilakukan, “Alam Takambang Jadi Guru”. Lambat laun, bahasa tulis  kita akan berkembang, kesalahan-kesalahan akan mulai berkurang. Dengan demikian lambat lain semangat menulis akan muncul. Apalagi tulisan tersebut bisa saja kita eksplor di dunia maya seperti facebook, twitter, blog, dan sebagainya. Bahkan tempat penyimpanan yang aman, kadang bisa kita manfaatkan teknologi canggih saat ini. Jika sudah sampai waktunya, kumpulan tulisan itu dijadikan sebuah buku. Boleh saja buku fiksi  atau nonfiksi. 

Baca Juga  Prihatin dengan Nasib Penderita Lumpuh Bawaan di Padang, RSUP M. Djamil Salurkan Bantuan Tempat Tidur Rawatan

Satu Tulisan Satu Hari

Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk pengembangan  diri adalah dengan motto “satu tulisan satu hari”. Awalnya mungkin akan terasa sulit, namun suatu pekerjaan jika dilakukan terus -menerus, akan terasa lebih mudah. Seperti bongkahan batu yang terus-menerus disirami air, lama-kelamaan akan pecah juga. Begitu juga dengan diri kita. Untuk tahap awal, menulis  apa saja bisa dilakukan, “Alam Takambang Jadi Guru”. Lambat laun, bahasa tulis  kita akan berkembang, kesalahan-kesalahan akan mulai berkurang. Dengan demikian lambat lain semangat menulis akan muncul. Apalagi tulisan tersebut bisa saja kita eksplor di dunia maya seperti facebook, twitter, blog, dan sebagainya. Bahkan tempat penyimpanan yang aman, kadang bisa kita manfaatkan teknologi canggih saat ini. Jika sudah sampai waktunya, kumpulan tulisan itu dijadikan sebuah buku. Boleh saja buku fiksi  atau nonfiksi. 

Di zaman serba cangih dengan era digital ini, semua serba mudah. Dengan adanya teknologi kita bisa jauh lebih berkembang. Informasi-informasi penerbitan buku bisa dengan mudah kita peroleh melalui dunia maya, bahkan dengan harga yang bersaing. Jadi tidak perlu pusing lagi untuk memperoleh nomor  ISBN (Internasional Standart Book Number) atau mendaftarkan buku karangan sendiri di perpustakaan nasional. Dengan teknologi semuanya bisa mudah, namun jangan mempermudah semuanya dengan teknologi.  Jika buku karangan sendiri bisa didaftarkan untuk diberikan nomor ISBN maka angka kreditnya akan lebih tinggi, apalagi buku tersebut lolos penilaian oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) tentu angka kreditnya jauh lebih tinggi. Jadi dengan berliterasi kita bisa berkembang dan pengembangan diri bisa terus ditingkatkan. (Idra Putri, Guru MTsN 1 Padang)