HALUAN

Lapek Barajuik, Kuliner Asli Kampung Aro yang Disukai Gubernur Azwar Anas

5
×

Lapek Barajuik, Kuliner Asli Kampung Aro yang Disukai Gubernur Azwar Anas

Sebarkan artikel ini

Oleh SATRIANDY

Mahasiswa Magister Manajemen (MM) FEB Univ. Tamansiswa Padang

Sudah menjadi kebiasaan   penulis diatas setiap hari kamis saat pasar mingguan di Nagari Pakandangan yang dikenal dengan “Balai Kamih”, mencari sesuatu yang unik. Yang ada antara lain produk kuliner yang unik yaitu “lapek Barajuik”.

Lapek barajuik adalah sejenis makanan ringan yang terbuat dari olahan Buah pisang kepok atau kalau kami di pakandangan menyebutnya “Pisang Timbatu”. Selain harga satu renteng Lapek Barajuik ini murah makanan ini bisa dipastikan setiap hari Kamis di Pasar Pakandangan Nagari Pakandangan Kecamatan Enam Lingkung. Makanan unik ini ada.

Baca Juga  PMI dan Komeng Gelar Trauma Healing untuk Korban Bencana di Sumbar

Proses pembuatan lapek barajuik pun tidak rumit, sehingga siapa pun bisa mepelajarinya. Lapek barajuik terbuat dari Pisang Timbatu yang dihancurkan dan dicampur dengan tepung beras, tepung ketan dan garam. Lalu di tengahnya ada inti yang terbuat dari parutan kelapa yang dimasak dengan gula merah, garam, air dan tepung ketan. Lalu dibungkus dengan daun pisang, dan dirajut dengan tali rafia, dikukus selama kurang lebih 30 menit.

Rasa dari lapek barajuik ini hampir sama dengan limpiang pisang dan sama-sama terbuat dari pisang yang dihancurkan dan dicampur dengan tepung. Namun untuk lapek barajuik pisang yang digunakan hanyalah Pisang Timbatu sedangkan limpiang pisang bisa menggunakan semua jenis pisang.

Baca Juga  Mari Berlaku Adil

Selain itu untuk inti lapek barajuik terbuat dari kelapa dan gula merah. Sedangkan limpiang pisang hanya gula merah. Untuk terkstur limpiang lebih lunak dibandingkan lapek barajuik.


“Untuk rasa tidak beda jauh lah dengan limpiang pisang. Namun, yang membuat lapek barajuik ini spesial adalah pisang yang lebih banyak daripada tepung. Jadi rasanya unik dari rasa pisang yang sedikit asam manis di tengahnya ada parutan kelapa dengan gula merah yang menyebabkan rasa sedikit asam tadi berubah menjadi manis.”