HARIANHALUAN.Id- Kegiatan muhadharah memiliki harapan besar bagi dunia dakwah untuk menyiapkan dai (pendakwah) hebat yang modern sebagai penyampai risalah kenabian Muhammad SAW.
Harapan tersebut terlihat secara kasad mata dari sistem, teknis, metode, isi materi, dan berbagai khazanah tampilan pelaksana muhadarah tersebut setiap Jumat pagi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Padang.
Hal itu makin terlihat saat kelas IX.10 diĀ bawah binaan Walikelas, Kasfiyentri tampil dengan kekhasannya sendiri, inovasi dan kreasinya di aula serbaguna, Jumat (23/02/23).

Hampir semua tampilannya kelas IX.10 bermutu dan berkualitas mulai dari pembawa acara 4 bahasa (Indonesia, Arab, Inggris dan Korea), tilawah dan saritilawah, tahfiz dengan bacaan yang fashahah, pidato 3 bahasa (Inggris, Indonesia, dan Arab), yang lantang, puisi mengharukan dan membuat mata peserta muhadarah berkaca-kaca, zikir asmaul husna, dan doa.
Sebagai pemberi disajikan Amrizal. Dalam taushiyahnya Amrizal menguraikan tentang “Adab Menuntut Ilmu”
“Menuntut ilmu wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki dan perempuan, maka mari penuhi lima adab menuntut ilmu agar ilmu yang didapat berkah dan bermanfaat,” pesan Amrizal.
Amrizal mengutip sabda rasulullah yang artinya, Siapa yang keluar untuk menuntut ilmu maka dia selalu di jalan Allah sampai dia pulang.
Ada lima adab perlu ditaati bagi seorang pejuang ilmu, Niatkan untuk mencari keridaan Allah. Selalu bermunajat pada Allah. Bersungguh-sungguh. Berusaha menjauhi maksiat dan Menghormati guru.
Tambah Amrizal, untuk melekatnya ilmu pada memori dan tersimpan di dada, maka pencari ilmu harus menerapkan “5M’ : Mendengar, melihat, menulis, membaca, dan memahami.
Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal mengatakan, benar muhadarah memiliki harapan besar untuk lahirnya dai hebat dan modern yang akan mengisi mimbar dakwah menyampaikan risalah Rasulullah ke tengah-tengah umat.
“Kegiatan muhadharah ini perlu dimenej dan dikelola secara profesional, mencari formulasi yang tepat, selalu ada inovasi, dan dikreasikan selaras dengan era kekinian,” ujar Isrizal. (aye)





