UTAMA

Sumbar Supermarket Bencana, Deputi BMKG Suko Prayitno Adi: Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Harus Ditingkatkan

4
×

Sumbar Supermarket Bencana, Deputi BMKG Suko Prayitno Adi: Kesiapsiagaan dan Mitigasi Bencana Harus Ditingkatkan

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID – Jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh kabupaten dan kota se-Sumatra Barat (Sumbar) diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana alam, yang sewaktu-waktu bisa melanda daerah ini.

Kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana mutlak diperlukan, mengingat fakta bahwa Sumatra Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana alam yang cukup lengkap dan komplit, seperti banjir, longsor, gunung meletus hingga gempa dan tsunami.

Dorongan untuk kembali menguatkan sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana tersebut kembali mengemuka dalam forum Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Perangkat Daerah Bidang Penanggulangan Bencana Provinsi Sumbar yang digelar selama dua hari di Kota Padang dan telah resmi ditutup pada Jumat (10/3/2023).

Baca Juga  6.000 Keluarga di Padang Panjang Terima BLT Minyak Goreng

Pada forum tersebut, Deputi Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Suko Prayitno Adi menyebut, potensi ancaman gempa Megathrust Mentawai yang diperkirakan memiliki kekuatan hingga 8,9 skala richter menjadi salah satu ancaman bencana terbesar yang perlu diwaspadai.

“Potensi yang ditimbulkan Megathrust Mentawai ini mirip gempa dahsyat yang terjadi di Negara Turki baru-baru ini. Hal ini dikarenakan di daratan wilayah Sumbar juga memiliki potensi besar dan sesarnya saling berkaitan atau berdekatan,” ujarnya.

Ia menyebut, ancaman gempa yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami tersebut, perlu menjadi perhatian serius bagi seluruh stakeholder terkait maupun insan kebencanaan yang ada di daerah.

Baca Juga  1.471 Anak Ikuti Khitan Massal dari Baznas Kota Padang

Sebab, menurutnya, zona tumbukan lempeng di kawasan Megathrust Mentawai tersebut, memiliki kerentanan yang cukup tinggi akibat adanya aktivitas seismik zona subduksi. Mengingat waktu datangnya bencana tidak bisa diprediksi, ia mendorong agar semua pihak terutama  jajaran BPBD se-Sumbar harus tetap siaga sedini mungkin.