WEBTORIAL

Demi Kesejahteraan Masyarakat, DPRD Pesisir Selatan Dorong Pemkab Kelola Tambang Emas Salido

2
×

Demi Kesejahteraan Masyarakat, DPRD Pesisir Selatan Dorong Pemkab Kelola Tambang Emas Salido

Sebarkan artikel ini
Tambang Emas Salido
Jejak sejarah tambang emas Salido Ketek. IST

HARIANHALUAN.ID – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) harus mampu melakukan terobosan penting dalam meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakatnya. Salah satunya dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA), serta potensi pariwisata budaya dan sejarah yang dimiliki.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pessel, Syafril Saputra ketika dihubungi Haluan kemarin. Ia menyebutkan, SDA yang dikandung dalam perut bumi dan di atasnya, harus menjadi prioritas utama untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya demi mendukung percepatan pertumbuhan ekononomi daerah.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Syafril Saputra

Beberapa di antaranya seperti pertambangan emas, batu bara dan lain sebagainya, melalui BUMD yang bisa bekerja sama dengan pihak PT Antam dan PT Dempo atau perusahaan tambang lainnya baik swasta nasional maupun asing. Untuk diketahui, PT Antam merupakan perusahaan berbasis SDA terkemuka yang terdiversifikasi dan memiliki kegiatan yang terintegrasi secara vertikal dengan komoditas utama bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit, alumina dan jasa pengolahan dan pemurnian logam mulia.

Baca Juga  Program Pokir Nurkhalis Dt. Bijo Dirajo, Festival Line Dance Tingkatkan Kesehatan Jasmani Lansia

PT Antam juga berpengalaman lebih dari 50 tahun dan memiliki cadangan nikel dan bauksit yang berkualitas tinggi dan berjumlah besar. PT Antam merupakan satu-satunya entitas pengolahan dan pemurnian logam mulia di Indonesia yang telah memiliki sertifikasi London Bullion Market Association (LBMA).

Untuk tambang emas, Pessel memiliki Tambang Salido atau Tambang Gunung Arum merupakan tambang emas tertua di Indonesia yang terletak di Desa Salido Ketek, Nagari Tambang. Di Desa Salido Ketek ini pernah beroperasi sebuah pertambangan emas yang dikelola oleh VOC selama lebih kurang 150 tahun. Di daerah tersebut juga ditemukan bangunan berupa 300 anak tangga yang menuju perbukitan dan terowongan sepanjang 300
meter peninggalan Belanda.

Baca Juga  Gelar Rakornas, Tim Pembina Samsat Nasional Perkuat Sinergiuntuk Dorong Kepatuhan Masyarakat Membayar Pajak