PENDIDIKAN

Bukik Setiawan: Perubahan Pendidikan Berhasil Saat Orangtua Tidak Tanya Lagi Nilai Anak

0
×

Bukik Setiawan: Perubahan Pendidikan Berhasil Saat Orangtua Tidak Tanya Lagi Nilai Anak

Sebarkan artikel ini
Bukik Setiawan bersama beberapa pengawas yang sudah merdeka belajar. IST

JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun ini, Kemendikbudristek mengusung tema “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar”. Menurut Ketua Yayasan Guru Belajar, Bukik Setiawan, prinsip merdeka belajar sudah mengubah banyak hal pada sistem pendidikan nasional.

“Sudah banyak yang diubah oleh Mas Menteri melalui kebijakan merdeka belajar. Tantangan yang dulunya kita hadapi sudah mulai diatasi dengan berbagai agenda-agenda perubahan. Tapi mengubah kebijakan dan mengubah praktik tentu berbeda. Itu yang perlu kita kawal,” katanya dalam siaran pers, Selasa (2/5).

Bukik menjelaskan, setidaknya ada dua hal yang dulunya menjadi tantangan bagi kemajuan pendidikan Indonesia. Pertama, adanya ujian nasional yang memaksa guru mengajar secara tekstual atau hanya berdasarkan textbook.

Bukik menyebutnya sebagai “guru mengajar LKS (lembar kerja siswa)”. Murid dipaksa mengerjakan soal latihan setiap hari agar mendapat nilai yang bagus pada ujian nasional. Orientasinya tidak pada kompetensi murid namun penguasaan materi yang sangat banyak.

Baca Juga  AdMedika Ajak Lansia Karanganyar Jaga Kesehatan Lewat Program PodjokSehat

“UN itu multibeban, buat mengukur prestasi murid, sekolah, kepala daerah. Tidak ada kepala daerah yang mau namanya tercoreng, jadi dia menekan ke dinas pendidikan, dinas menekan ke sekolah, sekolah ke guru, guru ke murid,” terangnya.

Sebagai perbaikannya, saat ini evaluasi murid dipisah dari evaluasi sekolah dan daerah melalui Asesmen Nasional (AN). Murid yang mengikuti AN tidak tahu nilainya, karena memang tidak digunakan untuk mengukur kompetensi Individu.

AN memberikan gambaran kondisi sekolah. Hasilnya akan mendorong sekolah dan dinas pendidikan fokus pada hal yang perlu ditingkatkan atau diperbaiki. Instrumen AN bahkan mengukur hingga aspek afektif dan iklim pembelajaran.

Baca Juga  Mal Pelayanan Publik Sawahlunto Buka Layanan Paspor, Berikut Jadwal Lengkap Pengurusanya