Sejumlah pengemudi Gojek bersiap untuk mengendarai motor listrik usai peresmian shelter motor listrik G20 di kawasan pariwisata ITDC Nusa Dua, Bali, Rabu (19/10/2022) lalu. Sebanyak 50 motor listrik dengan merek Gesits dan Gogoro disediakan Electrum untuk armada ojek online (ojol) Gojek dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Indonesia, yang akan berlangsung pada 15-16 November 2022 mendatang di Nusa Dua, Bali. IST
JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terpantau ambles pada perdagangan sesi I Rabu (3/5), terbebani oleh sentimen pasar yang kembali memburuk.
Dikutip dari CNBC Indonesia, per pukul 09:44 WIB, saham GOTO ambles 1,94 persen ke posisi harga Rp101/saham. Saham GOTO masih bertahan di level psikologis Rp100/saham pada pagi hari ini.
Saham GOTO sudah ditransaksikan sebanyak 2.748 kali dengan volume sebesar 270,53 juta lembar saham dan nilai transaksinya sudah mencapai Rp27,6 miliar. Adapun kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp120,81 triliun.
Hingga pukul 09:44 WIB, di order offer atau jual, terdapat 243.887 lot antrian di harga Rp 102/saham. Sedangkan antrean jual terbanyak berada di harga Rp105/saham, yakni sebanyak 966,722 lot.
Sementara di order bid atau beli, terdapat 1,98 juta lot antrian di harga Rp101/saham. Posisi ini juga menjadi yang paling banyak antrean belinya saat ini.
Amblesnya saham GOTO terjadi karena terbebani oleh sentimen pasar global yang kembali memburuk karena krisis perbankan dan permasalahan plafon utang AS.
Secara kinerja keuangan, GOTO masih membukukan rugi bersih sebesar Rp 3,86 triliun pada kuartal I-2023. Namun, kerugian tersebut telah menurun 40,3.persen dari periode yang sama setahun sebelumnya yang sebesar Rp6,47 triliun.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, GOTO telah meraup pendapatan bruto Rp5,9 triliun, meningkat 14 persen dari setahun sebelumnya sebesar Rp5,2 triliun. Sementara pendapatan bersih sebesar Rp3,3 triliun, naik 123 persen dari setahun sebelumnya sebesar Rp1,5 triliun.
Di samping itu, GOTO berhasil membukukan nilai transaksi atau gross transaction value (GTV) senilai Rp149 triliun, meningkat 6 persen dibandingkan dengan periode yang sama setahun yang lalu sebesar Rp140 triliun.
Dalam keterangan resminya, perusahaan memperkirakan pertumbuhan transaksi dan GTV yang lebih moderat sepanjang paruh pertama tahun ini sejalan dengan upayanya untuk mempercepat rencananya mencapai profitabilitas berbasis konsumen setia.
Selama kuartal pertama tahun 2023, jumlah konsumen profitabel tetap stabil dan mencapai lebih dari 70 persen total konsumen. Selain itu, mereka bertransaksi lebih sering dengan GTV per konsumen profitabel yang terus tumbuh secara kuartalan dan menyumbang lebih dari 70 persen total GTV Grup pada kuartal pertama 2023.
“Fokus Perseroan pada monetisasi mendorong peningkatan take rate Grup secara keseluruhan sebesar 29 bps dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata perusahaan dalam keterangan resminya, dikutip Kamis (27/4). (dj/*)





