UTAMA

Hitam Putih Nasib Novotel Bukittinggi

4
×

Hitam Putih Nasib Novotel Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
Novotel Bukittinggi

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar menekankan perlunya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar untuk melakukan peninjauan ulang terhadap perjanjian kerja sama investasi BOT mekanisme Bangun Guna Serah (BGS) pengelolaan Hotel Novotel Bukittinggi dengan PT Grahamas Citrawisata. Terdapat indikasi bahwa kerja sama tersebut telah menimbulkan kerugian bagi Sumbar selama bertahun-tahun.  Tindakan peninjauan ulang menjadi penting guna melindungi kepentingan Sumbar dan memastikan bahwa kerja sama investasi ini memberikan manfaat yang adil dan seimbang bagi pihak-pihak yang terlibat.

Desakan itu mengemuka dalam forum diskusi pembahasan BOT BGS Hotel Novotel Bukittinggi yang diselenggarakan di Rumah Dinas Ketua DPRD Sumbar,  Supardi, di Kota Padang  Senin (20/3). Dalam forum yang dihadiri sejumlah Anggota DPRD, pakar hukum, ekonomi dan pimpinan media di Sumbar tersebut, terungkap fakta bahwasanya hotel Novotel yang dibangun diatas aset milik Pemprov Sumbar tersebut, ternyata hanya memberikan kontribusi  bagi  Sumbar sebanyak Rp200 hingga Rp300 juta bagi Pemprov Sumbar setiap tahunnya.

Baca Juga  Ikut Yuk..! PLN Gelar Kompetisi Inovasi Kelistrikan Berhadiah Miliaran Rupiah

Jumlah ini  tentu terbilang sangat sedikit dan sangat merugikan Pemprov Sumbar jika mengingat keuntungan yang diperoleh oleh salah satu hotel bintang lima di Sumbar tersebut, bisa mencapai angka belasan hingga puluhan milliar sejak beberapa tahun terakhir.

Ketua DPRD Sumbar, Supardi, mengatakan, kerugian yang dialaminya oleh Pemprov Sumbar dalam skema investasi pengelolaan Novotel tersebut harus menjadi pelajaran  agar ke depannya pengelolaan aset Iddle Pemprov Sumbar bisa lebih terkelola dengan baik dan tidak hanya merugikan Pemprov Sumbar.

Baca Juga  Atap Kuat Djabesmen, Solusi Tepat untuk Berbagai Jenis Bangunan

“Perlu diingat bahwasanya pada hari ini APBD , maupun PAD Sumbar sangat kecil, begitupun dengan dana transfer yang kita terima dari pusat. Satu-satunya yang bisa kita upayakan adalah memanfaatkan potensi yang ada. Yaitu aset iddle,” paparnya.

Ia menyebut, salah satu aset  potensial yang bisa diharapkan memberikan kontribusi cukup besar bagi  Sumbar saat ini, adalah dari dana bagi hasil pengelolaan  hotel Novotel yang ada di Bukittinggi yang kontrak kerjasamanya akan segera berakhir pada  tanggal 26 Agustus 2024 mendatang.