PADANG, HARIANHALUAN.ID — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi menyatakan, capaian program unggulan (Progul) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar, Mahyeldi dan Audy Joinaldy tak hanya melulu diukur dari capaian fisik, namun juga capaian non fisik, lebih-lebih yang berkaitan langsung dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, ia mencontohkan capaian Progul di sektor pertanian, di mana pada sektor ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengalokasikan 10 persen dari APBD Sumbar untuk pengembangannya.
Meningkatnya kesejahteraan petani dapat dilihat dari naiknya Nilai Tukar Petani (NTP) Sumbar, dari 107,26 persen pada 2021 menjadi 110,41 persen pada 2022. Kondisi ini juga melampaui target RPJMD sebesar 100,99 persen.
Penganggaran 10 persen APBD untuk sektor pertanian dinilai telah mampu mendongkrak pendapatan petani di Sumbar. Berdasarkan data Bappeda Sumbar, pada 2022 terjadi peningkatan pendapatan petani sebesar 6,70 persen, jauh melampaui target yang ditetapkan sebesar 5,00 persen.
Begitu juga dengan pendapatan pembudidaya ikan yang tercatat sebesar Rp49.922 juta, berada di atas target sebesar Rp45.800 juta. Pun dengan realisasi pendapatan nelayan sebesar Rp40.452 juta dari target Rp39.995 juta. Kemudian pendapatan peternak terealisasi sebesar Rp46.255 juta dari target Rp45.592 juta.
Sementara pendapatan petani tanaman pangan dan hortikultura terealisasi 9,74, melampaui dari target sebesar 5,00 persen. Sedangkan pendapatan petani hutan masih berkisar pada angka 17,31 persen dari target 5,00 persen.





