BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi meresmikan SMA Negeri 5 Kota Bukittinggi sebagai Sekolah Penggerak Tahun 2023 dan Sekolah Terstandarisasi Satuan Pendidikan Ramah Anak.
Hal itu ditandai dengan penandatanganan prasasti di sekolah tersebut, Jumat (16/6). Turut hadir pada kesempatan itu Wakil Wali Kota Bukittinggi Marfendi dan Kacabdin Willia Zuwerni.
Kepala SMAN 5 Kota Bukittinggi Netty Herlita mengatakan, SMAN 5 Kota Bukittinggi terpilih sebagai satu-satunya sekolah penggerak tingkat SMA di Kota Bukittinggi.
“Dengan ditetapkannya sebagai sekolah penggerak, tentunya keluarga besar SMAN 5 Kota Bukittinggi yakin dan siap untuk menjalankan program pemerintah ini. Tentu saja, dukungan dari seluruh pihak terkait yang ada sangat diperlukan, agar implementasi Kurikulum Merdeka berjalan dengan lancar,” ungkap Netty Herlita.
Ia berharap, hal ini akan bisa meningkatkan pelayanan terhadap peserta didik sehingga juga mampu meningkatkan kualitas lulusan.
“Rencananya penandatangan prasati ini dilaksanakan pada acara panen karya P5 dan sahari baminangkabau jilid 2 yang dilaksanakan, Rabu(14/6) lalu,” katanya lagi.
Kegiatan ini diberi nama Parabuangan (Panen Karya Budaya Minang Aksi Anak SMA Limo). Acara ini diisi dengan berbagai penampilan siswa, salah satunya drama Babaluak Tando yang berhasil menarik perhatian para tamu yang hadir.
Tamu yang hadir berharap kegiatan ini dapat dibudayakan disekolah agar pelestarian budaya dapat terwujud.
Acara Parabuangan ini tidak hanya menampilkan P5, tetapi juga pameran kewirausahaan dan penampilan eksul kelas X.
Acara ini turut dihadiri Kadidsdikbud Sumbar, jajaran Pemko Bukittinggi, lembaga adat, bundo kanduang serta orang tua siswa kelas X,” jelas Netty Herlita.(h/wet)





