PENDIDIKAN

Dibuka Gubernur Sumbar, 1.000 Mahasiswa Unes Ikuti Pembekalan KKN PPM

1
×

Dibuka Gubernur Sumbar, 1.000 Mahasiswa Unes Ikuti Pembekalan KKN PPM

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID – Universitas Eka Sakti (Unes) Padang melaksanakan pembekalan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pembelajaran Masyarakat (KKN PPM) terhadap 1.000 mahasiswa. Pembekalan yang dibuka oleh Gubernur Sumbar, dilakukan untuk memberikan pemahaman serta kesiapan mahasiswa yang akan disebar di lima kabupaten kota di Sumatra Barat (Sumbar).

Rektor Unes Prof. Dr. H. Sufyarma Marsidin, M.Pd mengatakan, kepada mahasiswa KKN PPM Unes dapat mengikuti pembekalan dengan serius dan nantinya bisa diterapkan waktu pelaksanaan KKN di lapangan. Selain itu, juga akan mempunyai peranan di masyarakat, diangkat menjadi agen perubahan, karena masyarakat beranggapan mahasiswa ini serba bisa. 

Baca Juga  Santri TPQ, TQA dan Anggota Majelis Taklim Masjid Ar Rahman Kubu Marapalam Khatam Al Quran

“Dengan adanya pembekalan ini diharapkan mahasiswa bisa beradaptasi dan berbaur dengan masyarakat,” ujar rektor saat menyampaikan sambutannya, Kamis (22/6). 

Ia menyampaikan, KKN tersebut memiliki program kegiatan yang amat strategis berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat. 

“Diharapkan juga saudara dapat menyelesaikan persoalan yang muncul di lapangan. Saudara sebagai fasilitator yang mampu menyelesaikan masalah bersama tokoh masyarakat dengan niniak mamak, alim ulama,” sebutnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah yang pada kesempatan tersebut membuka pembekalan KKN Unes mendukung dan mendorong mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat di mana berada.

Baca Juga  Peringatan Sumpah Pemuda di Lima Puluh Kota, Dimeriahkan Parade Baju Adat

“Oleh karena itu maka paradigma KKN yang dikembangkan sekarang mengubah pembangunan menjadi pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Ia menyebutkan, mahasiswa berperan menjadi fasilitator masyarakat.

Sasaran untuk melatih mahasiswa berfikir secara komprehensif dan integral. 

“Bertindak secara tim work. Hendaknya, dapat bersikap dan berperilaku sesuai budaya setempat. Itulah harapan kami,” ucapnya. (h/win)