UTAMA

Anggota DPRD Sumbar Nurkholis Dt Bijo Dirajo : Realisasi Progul Bidang Pertanian Jauh dari Harapan

2
×

Anggota DPRD Sumbar Nurkholis Dt Bijo Dirajo : Realisasi Progul Bidang Pertanian Jauh dari Harapan

Sebarkan artikel ini
Nurkholis Dt Bijo Dirajo

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Anggota Komisi II DPRD Sumbar  yang juga merupakan Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Payakumbuh,  Nurkholis Dt Bijo Dirajo menilai, realisasi Program Unggulan (Progul) bidang pertanian Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur Audy Joinaldy, hingga saat ini masih jauh dari harapan.

Hal itu disebabkan karena strategi pengembangan sektor pertanian Sumbar  masih belum terarah. Akibatnya berbagai  bantuan yang diberikan pemerintah tidak tepat sasaran serta tidak sinkron dengan kebutuhan dan potensi pertanian yang ada di daerah.

“Hal itu juga ditambah dengan masih kurangnya program pemberdayaan dan pendampingan petani secara berkelanjutan. Bahkan kadang kala,  para petani kita ini hanya sekadar diberikan Bimtek  tanpa adanya program pendampingan,” ujarnya kepada Haluan Senin (3/7) di Padang.

Baca Juga  Bahas Peraturan Otonomi Daerah, Hari ini Gelar Rakor Wali Nagari se-Sumbar

Nurkholis menekankan,  untuk meningkatkan kualitas SDM petani dan menciptakan perubahan besar bagi sektor pertanian, pendampingan petani perlu dilakukan secara optimal dan berkelanjutan oleh tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).

Namun sayangnya, jumlah tenaga  PPL  yang tersedia saat ini, masih belum mencukupi untuk meng-cover jumlah masyarakat petani Sumbar yang bahkan menurut data BPS jumlahnya mencapai 58 persen dari total jumlah masyarakat Sumbar. Persoalan lainnya, kata Nurkholis,  strategi pengembangan sektor pertanian yang dilakukan Pemprov Sumbar saat ini, masih belum dilakukan dengan memperhatikan  potensi pertanian yang dimiliki masing-masing daerah.

Baca Juga  Sukses Transformasi Digital dan PLN Mobile Bawa PLN Indonesia Naik Podium di Asian Experience Awards 2023

“Misalnya  di Kabupaten Lima Puluh Kota  di daerah Pangkalan atau Kapur IX yang telah lama dikenal sebagai daerah sentra penghasil gambir  dan tanaman hutan keras lainnya. Sampai saat ini belum ada strategi yang jelas untuk mengoptimalkan potensi yang semestinya bisa dikembangkan,” ucapnya.