PADANG

Ancaman El Nino Belum Pengaruhi Produksi Padi di Kota Padang

0
×

Ancaman El Nino Belum Pengaruhi Produksi Padi di Kota Padang

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumbar menyediakan 2.000 hektare lahan untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah seluas tiga juta hektare di Indonesia.
Pemprov Sumbar menyediakan 2.000 hektare lahan untuk mempercepat pelaksanaan program cetak sawah seluas tiga juta hektare di Indonesia.

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Ancaman El Nino yang berdampak terhadap kondisi cuaca masih belum mempengaruhi hasil pertanian padi di Kota Padang. Fenomena El Nino diprediksi melanda Kota Padang mulai Mei hingga November 2023. 

Plt Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani mengatakan, hingga bulan Mei 2023 hasil pertanian di Padang sudah mencapai angka 24.231 ton. Sementara itu target produksi padi di Kota Padang hingga akhir tahun 2023 adalah sebanyak 55 ribu ton.

“Kita bersyukur angka produksi padi dari catatan Bulan Mei sudah hampir mencapai setengah dari target. Harapan kita tentunya hingga akhir tahun tetap tercapai atau melebihi target. Area persawahan di Kota Padang yang memiliki luasan terbesar adalah Kecamatan Koto Tangah, kemudian Kecamatan Kuranji, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kecamatan Pauh,”ujar Yoice Yuliani, Minggu (9/7).

Baca Juga  THR Tenaga Outsourching di Lingkup Pemprov Sumbar Segera Cair

El Nino atau peningkatan suhu yang menyebabkan pertumbuhan awan lebih tinggi sehingga curah hujan menurun. Yoice menyebutkan kendati demikian, semenjak Mei hingga Juli 2023 Kota Padang selalu ada hujan.

“Saat ini El Nino belum berdampak terhadap hasil pertanian padi di Kota Padang, karena intensitas hujan masih terbilang cukup membantu memperlancar kegiatan pertanian,” katanya.

Dalam kebutuhan beras katanya, Kota Padang hanya mampu memenuhi 30-40 persen. Sementara, produksi beras di Kota Padang sekitar 30-35 ribu ton per tahun. Untuk kebutuhan sendiri sekitar 100 ribu ton pertahun.

Baca Juga  Dua Masjid Dibangun Senilai Rp2,36 M, Walikota Sebut Semen Padang Lakukan Tugas Mulia

“Dari jumlah penduduk, dengan perkiraan  1 juta jiwa, maka kebutuhan kita 100 ribu ton. Selama ini kebutuhan kita juga didukung oleh kabupaten atau kota lain, misalnya Pesisir Selatan, Solok Selatan, Bukittinggi, Batusangkar. Kalau ada kekurangan yang signifikan bulog mampu memenuhi kebutuhan,”ujarnya. 

Sementara untuk mendukung produktivitas pada lahan pertanian yang ada di Kota Padang, pihaknya mendukung generasi milenial agar ikut bertani. “Sebenarnya, mengelola sawah ini termasuk pekerjaan yang menjanjikan. Namun, kita juga mendukung generasi muda dalam mengelola lahan produk hortikultura lain seperti kopi. Karena memang terjadi kecenderungan untuk produk ini,” ucapnya. (h/dar)