EkBis

Pastikan Tercukupi, Pertamina Salurkan Elpiji 3 Kg di Sumbar 67.068 MT

1
×

Pastikan Tercukupi, Pertamina Salurkan Elpiji 3 Kg di Sumbar 67.068 MT

Sebarkan artikel ini
PENYALURAN ELPIJI--PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran dan stok elpiji subsidi 3 kilogram bagi masyarakat di Sumatera Barat aman dan mencukupi.IST

HARIANHALUAN.ID – PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan penyaluran dan stok elpiji subsidi 3 kilogram bagi masyarakat di Sumatera Barat aman dan mencukupi.

Adapun realisasi penyaluran elpiji 3 kg hingga 30 Juni 2023 sebanyak 67.068 Metrik Ton (MT) dan kuota penyaluran elpiji 3 kg telah mencapai 52,16 persen atau sudah over 2,16 persen dari target penyaluran elpiji 3 kg.

“Penyaluran dan stok elpiji 3 kg di Sumbar aman dan mencukupi,” ujar Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Susanto August Satria, Minggu (23/7).

Ia mengatakan, pihaknya telah meningkatkan pelayanan dan pendistribusian elpiji di seluruh kabupaten/kota berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah.

Ia menjelaskan, saat perayaan Iduladha memang kebutuhan elpiji meningkat, ada beberapa daerah yang cukup tinggi peningkatan konsumsi elpiji sebab perayaan Iduladha di wilayah tersebut berlangsung beberapa hari. 

“Peningkatan konsumsi elpiji 3 kg terjadi di Kota Padang, Solok dan kota-kota lainnya. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak baik internal maupun eksternal agar kebutuhan elpiji berjalan dengan baik,” ucapnya.

Baca Juga  Harga Cabai Rawit di Agam Meroket, Tembus Rp100 Ribu

Kemudian, kata Satria, terdapat beberapa usaha yang dilarang untuk menggunakan elpiji bersubsidi seperti yang tertuang dalam Surat Edaran Direktur Jenderal Migas No. B-2461/MG.05/DJM/2022.

Beberapa usaha yang dilarang menggunakan elpiji 3 kg antara lain hotel, restoran, usaha penatu, peternakan, tani tembakau, batik, usaha jasa las dan lain-lain.

Dikatakannya karena pada dasarnya elpiji bersubsidi 3 kg merupakan upaya pemerataan akses energi bagi masyarakat sehingga peruntukannya pun harus tepat sasaran.

“Peran masyarakat, pemerintah dan stakeholder lainnya sangat dibutuhkan untuk melakukan pengawasan  elpiji 3 kg ini,” jelasnya.

Satria menambahkan terkait harga elpiji 3 kg di Sumbar, tidak berubah, tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah atau sesuai SK Gubernur Sumatera Barat No. 95 tahun 2014 tentang Harga Eceran Tertinggi Liquefied Petroleum Gas 3 Kg di Tingkat Pangkalan.

Baca Juga  Berangsur Pulih di Atas 80%, TelkomGroup Terus Lakukan Percepatan Pemulihan Layanan di Lokasi Bencana Sumatra

HET elpiji 3 kg di tingkat pangkalan di Sumbar sebesar Rp17 ribu untuk radius 60 Km dari Stasiun Pengisian dan Pangkalan Bulk Elpiji (SPPBE). 

Selain itu, Pertamina Patra Niaga akan memberikan sanksi tegas apabila menemukan agen dan pangkalan yang melakukan kecurangan dalam bentuk apapun termasuk yang berkaitan dengan penyaluran elpiji subsidi. 

“Tentu ini menjadi tanggung jawab kita bersama, masih ditemukan pihak-pihak yang bukan haknya masih dapat mengakses elpiji 3 kg seperti peternakan ayam, industri menengah besar bahkan restoran-restoran beromzet tinggi,” tambah Satria.

Di samping itu, pihaknya bersama Pemerintah Kota Solok menyelenggarakan operasi pasar elpiji 3 Kg selama empat hari yang dimulai pada Kamis (20/7) hingga Minggu (23/7) di 13 titik pangkalan yang tersebar di Kota Solok.

Diimbau kepada masyarakat yang mampu untuk dapat membeli produk-produk nonsubsidi, dalam hal ini agar elpiji 3 kg dapat tersalurkan secara tepat sasaran. (h/win)