PADANG, HARIANHALUAN.ID — Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumbar, Prof, Dr, Ir, H Isril Berd, SU, menilai, terjangan bencana banjir dan longsor yang melanda sebagian daerah Sumatra Barat beberapa waktu lalu, dipicu oleh beberapa faktor penyebab.
Isril Berd menjelaskan, penyebab utama pemicu bencana hidrometeorologis yang kerap terjadi saat curah hujan tinggi itu, adalah semakin berkurangnya daya tampung sungai dan sistem drainase di sejumlah daerah terutama Kota Padang.
“Apalagi lebih dari 65 persen dari total wilayah Sumbar, berada di topografi lereng curam. Tidak banyak yang berada di daerah yang datar,” ujarnya kepada Haluan Rabu (26/7).
Kondisi itu, diperparah dengan adanya 630 ribu hektar lebih lahan kritis yang sudah kehilangan fungsinya sebagai sistem mekanisme alami pencegah bencana banjir dan longsor di seluruh Sumatra Barat.
Lahan-lahan kritis semacam ini, lanjutnya, berada di topografi daerah lereng dan curam nan malangnya juga sering menjadi lokasi terjadinya aksi pembalakan liar, ladang berpindah sehingga kawasan ini menjadi rawan longsor
Khusus di Kota Padang, sebut Isril Berd, sejatinya kawasan yang dinilai layak untuk dijadikan sebagai kawasan pemukiman, pusat ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya, mungkin hanya sebesar 30 persen saja dari total luas Kota Padang yang mencapai angka 694,69 Kilometer persegi.





