UTAMA

LPG 3 Kg Bersubsidi Hilang di Pasaran

1
×

LPG 3 Kg Bersubsidi Hilang di Pasaran

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Hilangnya  Liquefied Petroleum Gas atau LPG di pasaran membuat resah masyarakat. Pasalnya, LPG saat ini menjadi satu-satunya bahan bakar yang digunakan untuk memasak setelah konversi dari minyak tanah. Kondisi ini pun menjadi sorotan karena terus saja berulang dan merugikan masyarakat. Warga pun menantikan solusi konkret menyelesaikan permasalahan ini.  

Salah seorang warga di Gunung Pangilun, Widya (22), menyebut, sudah berkeliling ke empat kedai untuk mencari LPG ukuran 3 kilogram. “Di kedai biasa tidak ada, cek kedai terdekat lainnya juga tidak ada. Sampai kedai ketiga semuanya kosong. Di kedai keempat yang agak jauh saya kesana pakai motor baru ada,” ucapnya.

Baca Juga  Pilgub Sumbar 2024, Gamawan Fauzi Kembali?

Ia juga mengeluhkan harga gas yang ada juga naik dari harga normal. “Biasanya Rp22 ribu sampai Rp23 ribu paling mahal. Tadi dapat harganya Rp26 ribu. Kalau buat ibu-ibu yang pengeluaran hariannya banyak itu sangat terasa kenaikannya,” katanya.

Hal yang sama disampaikan Ratna (54). Ia yang memiliki usaha menjual lauk pauk ini juga merasa kesulitan dengan langkanya gas elpiji 3 kilogram. “Masih susah. Biasanya saya stok dua tabung gas, karena memasak sebelum subuh. Jadi kalau habis dini hari itu tidak susah mencari. Tapi toko di sekeliling habis stok juga,” tuturnya.

Baca Juga  Bentuk Holding dan 4 Sub-Holding Baru, Strategi Lincah PLN Manfaatkan Aset untuk Dongkrak Bisnis

Sementara itu, salah seorang pedagang yang ditemui Haluan, Amaik menyebutkan kondisi ini terjadi sudah lebih dari sepekan terakhir. “Ada mungkin dua mingguan. Sudah lebih dari seminggu lah. Pemasoknya juga terlambat datang. Tidak tau juga kendalanya kenapa,” ujarnya.

Terkait hal ini, selain langkanya barang, untuk harga jual gas elpiji bersubsidi kondisinya sudah jauh di atas Haga Eceran Tertinggi (HET).  Jika HET nya adalah Rp17.000, di lapangan masyarakat sudah harus membeli dengan harga Rp25 ribu, bahkan bisa mencapai Rp30 ribu per tabung.