UTAMA

Sumbar dan Phnom Penh Jalin Kerja Sama Sister Province

1
×

Sumbar dan Phnom Penh Jalin Kerja Sama Sister Province

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah berfoto bersama Wakil Gubernur Phnom Penh, Imran Hassan menandatangani Letter of Intent (LOI) kerja sama antara Sumbar dengan Phnom Penh pada Rabu (2/8). IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur Phnom Penh, Imran Hassan menandatangani Letter of Intent (LOI) kerja sama antara Sumbar dengan Phnom Penh, Kamboja dalam bidang pendidikan, perdagangan, pariwisata, dan budaya pada Rabu (2/8).

Mahyeldi menilai ini adalah momentum strategis bagi kedua daerah untuk saling mengembangkan potensi melalui jalinan kerja sama dan kemitraan yang saling menguntungkan pada masa yang akan datang. “Saya percaya, kerjasama ini akan berkontribusi positif untuk perkembangan kedua daerah,” katanya.

Mahyeldi menggarisbawahi, LOI tidak akan berdampak signifikan jika tidak ditindaklanjuti dengan Memorandum of Understanding (MOU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS). Ia mendorong Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait segera melakukan pembahasan ke arah itu.

Baca Juga  Upgrade Ilmu Penyakit Dalam, PIB ke-22 Digelar Tiga Hari

Seandainya untuk menindaklanjuti itu butuh kajian dan dukungan tim teknis, ia mendorong segera saja dibentuk, agar apa yang telah disepakati dapat segera menjadi program kongkret yang berdampak luas untuk kesejahteraan masyarakat. “Jika memang diperlukan, kita bentuk semacam tim kerja sama guna memastikan komunikasi dan kolaborasi jadi lebih intens dan membuahkan hasil nyata,” kata Mahyeldi.

Menurutnya, Sumbar memiliki banyak produk unggulan yang bisa dikerjasamakan dalam bidang perdagangan dengan Kamboja, yang dinilainya sebagai pintu gerbang ke banyak negara. “Kami pernah datang ke Kamboja untuk menjajaki sektor perdagangan. Salah satu produk kita yang diminati adalah sarang burung walet,” kata Mahyeldi.

Baca Juga  Mengintip Dapur Makan Bergizi Gratis di Pariaman

 Dalam hal pendidikan, menurutnya, sudah ada program beasiswa mahasiswa Kamboja yang berkuliah di Universitas Negeri Padang (UNP) dan Unand. Ke depan ia berharap, semua universitas di Sumbar bisa tergabung dalam kerja sama ini untuk S1, S2, hingga S3. “LOI ini juga membuka peluang bagi generasi muda Sumbar untuk bisa berkuliah di Kamboja. Jadi ini keuntungannya kami rancang timbal balik,” ujarnya.