PADANG, HARIANHALUAN.ID – PT. Jejeef Ihram Wisata di Jl. Parak Alai II No. 12 Kelurahan Jati Padang, akan menghadirkan kembali haji dan umrah 𝗯𝗮𝗰𝗸𝗽𝗮𝗰𝗸𝗲𝗿 (mandiri).
“Semenjak adanya pandemi Covid, kan tidak bisa melakukan perjalanan dengan cara backpacker ya. Jadi saya mau menjalankan sistem itu kembali,” ujar Yafrizal selaku pengelola, Kamis (3/8).
Dikatakannya semenjak adanya pandemi Covid, tidak bisa melakukan perjalanan dengan cara backpacker sehingga ia merencanakan mau menjalankan sistem itu kembali.
Ia mengatakan haji atau umrah backpacker ini bisa dikatakan perjalanan mandiri dengan biaya yang relatif lebih murah.
Dikatakannya travel umrah ini 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘰𝘯𝘴𝘰𝘳𝘴𝘪𝘶𝘮 (gabungan) dengan beberapa travel lain yang berada di bawah PT. Safa Nisa Rizky.
Travel ini pada awalnya merupakan travel yang berdiri sendiri. Tetapi semenjak tahun 2018, berkonsorsium untuk bisa memproses perjalanan ibadah haji dan umrah.
Yafrizal mengatakan setiap travel agen haji dan umrah tentu memiliki fasilitas yang ditawarkan kepada para pelanggannya selama melakukan perjalanan ibadah mereka.
Travel yang dikelola oleh Yafrizal, juga menawarkan fasilitas yang sesuai dengan kebijakan dari induk perusahaan.
“Karena kondisi saat ini yang menyebabkan kami tidak bisa memberangkatkan sendiri jemaah, tapi memang harus bergabung dengan travel lain,” katanya.
Dikatakannya adanya diskon atau promo menjadi salah satu strategi para pebisnis untuk menarik perhatian para pelanggan untuk menggunakan jasa mereka dalam melakukan perjalanan ibadah haji dan umroh.
Bisnis travel yang dikelola oleh Yafrizal, dapat dikatakan tidak terlalu fokus untuk memberikan diskon karena travelnya berada di bawah travel 𝘬𝘰𝘯𝘴𝘰𝘳𝘴𝘪𝘶𝘮.
“Kami jarang memberikan promo seperti itu karena harga sudah ditetapkan dari atas, tapi kami kasih potongan-potongan tersendiri yang berasal dari kami saja. Jika ada yang menawar, kami bisa pertimbangkan, “ katanya.
Begitu juga dengan harga setiap perjalanan ibadah haji dan umrah tersebut pasti memiliki tingkatan atau paket yang berbeda-beda.
Untuk harga penjualan yang diberikan oleh owner travel agen tersebut biasanya memang mengacu kepada harga yang sudah ditetapkan oleh travel 𝘬𝘰𝘯𝘴𝘰𝘳𝘴𝘪𝘶𝘮.
Strategi lain yang bisa digunakan oleh seorang pebisnis adalah dengan merambah ke dunia digital untuk menyebarluaskan bisnisnya sendiri.
Yafrizal menuturkan bahwa untuk strategi di dunia digital (media sosial) memang belum terlalu difokuskan, di dalam akun tersebut lebih mendominasi tentang penjelasan terkait ibadah haji dan umrah.
Menurutnya, sejauh ini para pelanggan biasanya mengetahui dan tertarik untuk menggunakan jasa travelnya dengan testimoni.
Penuturan Yafrizal, fokus utama yang sangat diperhatikan ada terkait ibadah setiap jemaah agar bisa melaksanakan setiap rangkaian ibadah dengan benar yang sesuai dengan sunnah. P
Penjelasan mengenai rangkaian kegiatan tersebut biasanya mereka lakukan dengan memberikan materi dan tidak jarang dilakukan evaluasi kembali dengan cara face to face.
“Biasanya saya bikin kelompok 4 atau 5 orang dan saya lakukan evaluasi kembali agar pada saat sampai di sana, kelompok yang sudah dibuat tetap seperti itu, “ ujarnya lagi.
Menurut pengakuan Yafrizal, selama menjalankan bisnis travel haji dan umrah ini, respon dari para pelanggan selalu baik dan belum ada yang mengaku terkendala dengan pelayanan dan juga rangkaian-rangkaian ibadah yang sudah dijelaskan sebelumnya. (mg-hya)





