SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID – Peresmian Masjid Nurul Hikmah Rimbo Tangah, Nagari Lubuk Gadang diharapkan dapat turut menguatkan pertumbuhan ekonomi umat di lingkungan tersebut melalui pengelolaan masjid yang lebih baik dan terstruktur.
Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Solok Selatan, Kasmir saat peresmian Masjid Nurul Hikmah di Lubuk Gadang Solok Selatan, Jumat (4/8).
Kakan Kemenag Solok Selatan menyoroti beberapa aspek dalam pengelolaan masjid. Di antaranya mengenai pengelolaan administrasi secara teratur mulai dari penentuan imam, garin, penceramah, struktur kepengurusan, dan hal lainnya.
“Kemudian selanjutnya bagaimana masjid itu ramai dan benar-benar difungsikan, karena masjid memang berfungsi segalanya di masyarakat, termasuk dalam peningkatan ekonomi ini,” katanya.
Selain itu, lanjut Kasmir, poin penting dari konsep masjid yang harus dipenuhi adalah soal keramahannya baik itu ramah lansia, ramah anak, ramah disabilitas, ramah keberagaman , rumah lingkungan, rumah musafir dan rumah fakir miskin.
Hal ini tentunya sebagai penunjang penting dalam menggairahkan masjid agar berfungsi bagi fungsi peribadatan, fungsi sosial dan ekonominya.
Tercatat hingga saat ini Kabupaten Solok Selatan sendiri telah memiliki sebanyak 205 masjid.
Bupati Solok Selatan, Khairunas dalam sambutannya mengatakan, dengan meningkatnya status musala menjadi masjid ini, hendaknya sejalan pula dengan peningkatan kualitas dan kuantitas beribadah.
“Mesjid ini kita bangun bukan untuk bermegah-megahan, melainkan untuk memotivasi kita beribadah di tempat terbaik, dan semakin banyak orang ikut memakmurkan masjid nantinya,” katanya.
Ia juga mengatakan Pemkab Solok Selatan juga berkomitmen untuk memberikan dukungan terhadap kegiatan yang berkontribusi positif, termasuk dalam pembangunan masjid sekalipun.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Solok Selatan Zigo Rolanda juga menyambut baik atas diresmikannya Masjid Nurul Hikmah ini. Menurutnya, masjid yang didirikan hendaknya menjadi perekat tali silaturahmi.
“Kami mengapresiasi semangat masyarakat, sehingga keberadaan masjid ini telah menjadi satu kawasan dengan adanya keberadaan kantor pemerintahan, rumah gadang, dan yang lainnya,” ujarnya.
Ke depannya Zigo Rolanda turut mengharapkan agar masjid ini selain tempat berbadah, juga dikembangkan menjadi rumah tahfiz sehingga pengembangan masjid juga berkesinambungan dengan realisasi program dan kegiatan pemerintah daerah. (*)














