JAKARTA, HARIANHALUAN.ID — PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mempertahankan peringkat atau rating AAA kepada PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel. Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Mitratel yang superior di industri menara telekomunikasi.6
Peringkat AAA merupakan rating yang paling tinggi dan bersifat investment grade. “Outlook Mitratel juga ditetapkan stabil. Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Mitratel yang superior di industri menara telekomunikasi, visibilitas pendapatan yang kuat, serta profil keuangan yang sangat kuat,” tulis Pefindo dalam dokumen “Rating Summary” yang diterbitkan di Jakarta, kemarin.
Dilansir dari laman Investot.id, Pefindo juga menyematkan rating idAAA untuk Medium Term Notes (MTN) senilai maksimal Rp1 triliun yang diterbitkan anak usaha Grup Telkom ini. Afirmasi ulang rating tersebut dilakukan pasca Mitratel merilis kinerja keuangan semester I-2023 dengan pertumbuhan pesat.
Mitratel (MTEL) mencetak kenaikan laba bersih sebanyak 14,7 persen menjadi Rp1,02 triliun pada semester I-2023, dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp892 miliar. Pertumbuhan laba ditopang peningkatan jumlah tenant, monetisasi bisnis serta peningkatan efisiensi kinerja perusahaan.
Pertumbuhan laba juga sejalan dengan kenaikan pendapatan perseroan pada periode Semester I-2023 menjadi Rp4,13 triliun atau naik 10,8 persen. Segmen bisnis sewa menara masih menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sebanyak 84 persen terhadap total pendapatan perseroan.
Apresiasi Analis
Sementara itu, sejumlah analis mengapresiasi kinerja keuangan Mitratel (MTEL) pada Semester I-2023. Raihan tersebut sudah sejalan dengan targetyang ditetapkan manajemen pada awal tahun serta sesuai dengan ekspektasi para analis.
Tak hanya itu, sejumlah analis memberikan pandangan positif terhadap kemampuan Mitratel mempertahankan posisi neraca keuangan yang kuat, terutama porsi utang yang rendah. Hingga paruh pertama tahun 2023, Mitratel memiliki rasio utang berbunga terhadap EBITDA 2,37x jauh di bawah kovenan perbankan 5x.
Analis MNC Sekuritas Andrew Susilo dalam laporan risetnya menyatakan, di tengah potensi industri telekomunikasi, terutama menara yang masih dapat tumbuh. Porsi utang Mitratel yang rendah juga memberikan ruang bagi Mitratel (MTEL) untuk ekspansi melalui pendanaan dari utang.
Di sisi lain porsi utang Mitratel yang rendah juga membuat kinerja terutama laba bersih perseroan menjadi bisa bertumbuh lebih stabil. Hal ini mendorong Andrew untuk mempertahankan rekomendasi beli saham Mitratel (MTEL) menjadi Rp850 per saham. (h/inv)





