SOLOK SELATAN, HARIANHALUAN.ID — Masih dalam nuansa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Republik Indonesia (RI), segala bentuk perjuangan yang dilakukan oleh para pejuang dahulu, sebagian tampaknya tidak bisa terlepas dari sebuah kepercayaan yang bersifat folklor. Sehingga kepercayaan itu pun diyakini sebagai sebuah cerita kebanggaan bagi masyarakat setempat yang meyakininya.
Seperti di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Solok Selatan. Ketika peristiwa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948 – 1949 tengah bergejolak di Bidar Alam, ada sebuah cerita yang dianggap magis yang pernah terjadi saat perjuangan Mr. Syafruddin Prawiranegara berlangsung.
Cerita rakyat itu hingga sekarang ini masih diyakini sebagai sebuah peristiwa yang dianggap terhubung dan bahkan berperan penting dalam masa perjuangan PDRI kala itu. Masyarakat Bidar Alam menyebut peristiwa itu dengan Olang Barantai (Elang Berantai).
“Kami masyarakat menyebut daerah ini sebagai Bidar Alam Kuramaik (Bidar Alam Keramat), karena para penjajah tidak bisa memasuki Nagari Bidar Alam ini saking terjaga dan amannya,” ujar tetua dari Bidar Alam, Warni (77) kepada Haluan, Minggu (20/8).
Warni yang juga seorang janda veteran itu menuturkan dengan semangatnya bahwa Bidar Alam menjadi daerah yang aman bagi keberlangsungan perjuangan Mr. Syafruddin Prawiranegara bersama rombongannya dalam mempertahankan hak kemerdekaan Indonesia yang telah merdeka 3 tahun sebelumnya (1945).
Dikatakannya Bidar Alam keramat itu karena adanya peristiwa Olang Barantai yang berhasil menangkal suatu kejadian buruk dan besar dari penjajah Belanda yang akan dapat menghancurkan Nagari Bidar Alam itu sendiri, termasuk Mr. Syafruddin Prawiranegara yang tengah berjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia.





