HARIANHALUAN.ID – Tingkatkan nasionalisme para mahasiswa, Universitas Eka Sakti (Unes) sosialisasikan empat pilar yang diselenggarakan di kampus, Sabtu (19/8). Pada kesempatan itu, turut dihadiri oleh seluruh civitas akademis Unes dengan menghadirkan Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Alirman Sori sebagai narasumber.
Ia mengatakan, dengan mendapatkan materi empat pilar para mahasiswa dapat memahami apa yang perlu di implementasikan oleh para mahasiswa sebagai warga negara Indonesia.
“Karena empat pilar ini merupakan benteng utama untuk memperkuat negara kesatuan Indonesia. Untuk itu kita yakin sekali kalau semua warga negara dapat menjalankan prakteknya dengan baik dalam berkuliah serta bergaul dengan masyarakat saya percaya mereka dapat mampu berasimilasi dengan semua warga negara dan masyarakat,” katanya.
Alirman mengatakan, tantangan yang dihadapi saat ini bersumber dari pengetahuan dan teknologi. Bagi dirinya salah satu jalan untuk menyelamatkan generasi muda salah satunya dengan memperkuat pendidikan agama.
“Jika hal tersebut sudah bagus mereka bisa membedakan mana yang baik mana yang buruk, persoalan kita saat ini agak kurang modalnya di aspek itu. Ditengah kemajuan pengetahuan dan teknologi kita ingin mempertebal itu,” ucapnya.
Ia mengatakan, teknologi saat ini dapat merubah mindset orang bahkan seseorang yang terpelajar. Dengan mendapatkan materi empat pilar ini diharapkan para generasi muda dapat membangun kesadaran bahwasanya negara ini berdiri berdasarkan agam yang bukan hanya agama islam namun juga berbagai agama didalamnya.
“Agama mesti kita jadikan kekuatan untuk membangun kesadaran bersama bahwa kita harus hidup berdampingan, saling mencintai dan tolong menolong sesama kita karena semua agama mengajarkan kasih sayang,” tuturnya.
Sementara itu Rektor Unes Prof Sufyarma Marsidin mengatakan, Unes menyambut baik kegiatan sosialisasi empat pilar yang dilaksanakan di kampus Unes. Ia mengatakan, dengan kegiatan ini dapat menambah wawasan para mahasiswa untuk berpikir kritis yang berbasis budaya.
“Kita mendukung penanaman nilai baik nilai agama maupun nilai Pancasila. Karena hal tersebut akan menjadi filter sehingga kita tidak perlu gamang dalam menghadapi kemajuan teknologi dan demokrasi,” tutupnya. (h/win)





