HARIANHALUAN.ID – DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Padang Pariaman membentuk kepengurusan sebanyak tujuh Federasi.
“Setelah kita mendapatkan SK dan mandat dari DPD KSPI Sumbar, maka kita sepakat membentuk tujuh Federasi, agar lebih mengkhususkan isu masing-masing,” ujar selaku Ketua DPC KSPSI Padang Pariaman Alam Syahri, S.E kepada Haluan di Aroma Cafe Parit Malintang (22/8).
Adapun federasi yang dibentuk itu adalah Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan (SPPP) dengan koordinatornya Nofiadi, dengan anggotanya buruh di perusahaan yang mengolah hasil kebun dan tani.
Kemudian yang membidangi Buruh Tambang dan Sumber Daya Alam adalah Serikat Pekerja Kimia, Energi dan Pertambangan (SPKEP) dengan koordinatornya Roberto yang merupakan alumni Unitas Padang.
Bidang Buruh Angkat Berat tergabung dalam Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI) dengan Ketua Alam Syahri.
Para pelayan kafe serta rumah makan tergabung dalam Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan dan Minuman (SPRTMM), koordinatornya Syamsirman.
Buruh yang berkegiatan tempat wisata tergabung dalam Serikat Pekerja Pariwisata dan Ekonomi kreatif (SPParekraf) dengan anggota Tomi.
Buruh perusahaan Pembuatan Obat tergabung dalam Serikat Pekerja Farmasi dan Kesehatan (SPFarkes) dengan koordinatornya Ikhsan Ulamri.
Terakhir buruh Pembuat Perumahan Subsidi Dan Komersil tergabung dalam Serikat Pekerja Bangunan dan Pekerja Umum (SPBPU), koordinatornya Devis Zakra Dano.
Terbentuknya federasi ini bertujuan mewadahi semua pekerja, agar hak-haknya terjamin”, tambah Alam.
Ia juga memaparkan, ada persoalan yang mendasar buruh di Padang Pariaman diantaranya terkait upah yang layak.
Alam juga menyoroti masih banyaknya buruh yang berstatus outsourcing bertahun-tahun, ia melihat pemerintah masih lalai dalam hal ini.
“Bulan Desember 2023 nanti semua federasi yang sudah terbentuk beserta pengurus akan dilantik secara resmi oleh pengurus SPSI pusat atau setidak-tidaknya pengurus daerah” tambahnya.
Ketua DPD KSPSI Provinsi Sumbar Arsukman Edi mengatakan selama ini di Padang Pariaman baru ada serikat pekerja di tingkat perusahaan yaitu Pimpinan Unit Kerja (PUK)”
“Dengan adanya konferensi ini, supaya bisa menaungi PUK yang ada di Perusahaan,” harap Edi. (h/mg-ahr)





