HARIANHALUAN.ID – Tim Pengabdian Masyarakat Politeknik Negeri Padang (PNP) yang terdiri atas Etri Suhelmidawati, Oni Guspari, Ronal Hadi, Syofiardi, dan beberapa mahasiswa Abel Ardhya Faizi, Mhd. Fatwa Andridho, dan Gilang Rizky Juwanda melaksanakan pengabdian masyarakat di SMAN 15 Padang, Rabu (23/8) pekan lalu.
Ketua Tim Pengabdian Etri Suhelmidawati mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk memberikan penyuluhan dan pelatihan tentang mitigasi bencana gempa dan kebakaran. Peserta kegiatan adalah guru dan perwakilan siswa di sekolah terkait.
“Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam, nonalam maupun faktor manusia,” ujar Etri, Senin (28/8).
Dikatakannya, adanya bencana akan berdampak terhadap timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Dalam hal ini, terang Etri, perlu ada upaya untuk mengurangi resiko bencana yang akan terjadi. Salah satunya melalui mitigasi bencana. Menurut PP No. 21 Tahun 2008, mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Dipaparkannya, ada empat hal penting dalam mitigasi bencana yaitu, pertama tersedianya informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana. Kedua, sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana.
Ketiga,mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara penyelamatan diri jika bencana timbul, dan keempat engaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman bencana.
“SMAN 15 Padang sangat berdekatan dengan rumah penduduk, yang sangat berpeluang besar sekali mudah terjadi kebakaran. Melalui kegiatan ini diharapkan lingkungan sekolah mendapatkan solusi terhadap permasalahan dalam bidang mitigasi bencana terutama mengenai kesiapsiagaan terkait bencana,” katanya
Etri menambahkan, salah satu hal yang diajarkan dalam penyuluhan ini adalah bagaimana menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sebagai bentuk kesiagaan terhadap bencana kebakaran.
Kemudian dilatih juga tentang bagaimana kesiagaan terhadap bencana gempa supaya proses evakuasi nantinya bisa berjalan lancar dan aman. “Kegiatan ini kita harapkan bisa menjadi solusi terhadap kebutuhan mitra akan kesiapsiagaan terhadap bencana gempa dan kebakaran yang bisa terjadi kapan saja dan dimana saja,” ucapnya
Terkait kesiagaan terhadap kebakaran, terang Etri para siswa dan guru sangat antusias mengikutinya karena mereka belum pernah sama sekali berlatih tentang tatacara penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). (h/len)





