Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
POLITIK

Pertarungan Politik Monumental Prabowo dan Anies Baswedan

2
×

Pertarungan Politik Monumental Prabowo dan Anies Baswedan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Consulting, Arifki Chaniago memprediksi, pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang akan menjadi pertarungan politik monumental  bagi Prabowo Subianto dan Anies Baswedan di Sumatera Barat (Sumbar).

Arifki menyebut, Prabowo Subianto yang memiliki sejarah menang di Sumbar pada dua Pilpres sebelumnya akan bersaing ketat dengan Anies Baswedan yang notabene didukung penuh oleh PKS yang menjadi partai penguasa cukup kuat di Sumbar sejak beberapa tahun terakhir .

“Prabowo pasti juga akan mendapatkan dukungan penuh dari infrastruktur politik Gerindra yang memiliki beberapa kader yang menjadi kepala daerah di Kabupaten dan Kota Sumbar,” ujarnya kepada Haluan Rabu (30/8).

Ia menilai, dukungan penuh yang diberikan Gerindra kepada Prabowo Subianto, juga akan berdampak secara elektoral terhadap peroleh suara di Pilpres. Sebab menurut dia, pengaruh ketokohan Prabowo juga cukup kuat bagi mayoritas masyarakat Sumbar saat ini.

“Meski kemenangan di Sumbar tidak akan banyak berpengaruh kepada hasil akhir perolehan suara  secara nasional, namun kemenangan di Sumbar memiliki gengsi yang sangat penting. Bisa dikatakan kalau tidak menang di Sumbar tidak wah,” ucapnya.

Baca Juga  Kisah Aina, Bocah 8 Tahun yang Berjuang Hadapi Liver Sebatang Kara

Atas dasar pentingnya merebut kemenangan di Sumbar itu, lanjut peneliti politik berdarah Lima Puluh Kota ini, seluruh relawan dan simpatisan Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto harus bertempur mati-matian di akar rumput.

Sementara bagi Ganjar Pranowo, Capres yang diusung oleh PDIP, menurut Arifki akan cukup sulit untuk mendapatkan suara dari masyarakat Sumbar. Hal ini disebabkan karena Ganjar dianggap sebagai representasi PDIP dan Jokowi yang kurang mendapatkan tempat di hati masyarakat Sumbar.

“Namun peta politik untuk Pilpres 2024 ini masih kabur, semuanya masih dinamis. Kalaupun suara Ganjar ada di Sumbar, namun tidak akan terlalu dominan. Mungkin hanya sekitar 30 persen atau 20 persen,” jelasnya.

Arifki menerangkan, di atas kertas, Prabowo dan Partai Gerindra jelas memiliki mesin politik yang lebih kuat di Sumbar. Namun, pada kenyataannya mayoritas masyarakat Sumbar seperti lebih cenderung menyukai Anies yang lebih lekat dengan kesan agamis dan religius.

Baca Juga  Konsolidasi Akbar, Tim Pemenangan Fadly Maigus Targetkan Perolehan Suara 47,75 Persen

“Kedua, masyarakat Sumbar mengambil posisi oposisi dengan pemerintah.   Hal ini semakin mendekatkan mereka dengan Anies Baswedan. Kalau menyebrangnya Prabowo ke kubu Jokowi, saya kira tidak terlalu berpengaruh” ungkapnya.

Ia menyebut, manuver politik yang dilakukan Prabowo Subianto dengan bergabung ke dalam kabinet pemerintahan Presiden  Joko Widodo pada Pilpres 2019 lalu, tidak akan  berdampak banyak bagi pilihan politik  mayoritas masyarakat Sumbar pada Pilpres 2024 nanti.

Sebab menurut dia, masyarakat pemilih Sumbar, terutama yang memiliki tingkat literasi dan pendidikan politik rendah,  bahkan masih ada yang menganggap bahwa Prabowo Subianto sampai saat ini masih beroposisi terhadap rezim pemerintahan yang sedang berkuasa.

“Coba ditanyakan kepada masyarakat yang hidup di daerah tidak terjangkau internet. Mereka menganggap Prabowo masih di luar pemerintahan. Kecuali kalangan masyarakat menengah atas,” pungkasnya. (h/fzi)