Suasana sosialisasi di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unand, Senin (4/9/23). YESI
HARIANHALUAN.ID – Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumbar, Rina Pangeran menjelaskan program Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Merdeka saat sosialisasi di Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Andalas, Senin (4/9/24/3).
“UMKM Merdeka itu program yang melibatkan mahasiswa dalam mendampingi UMKM. Jadi untuk 1 UMKM akan dibagi 5 mahasiswa mendampingi di sana,” ujarnya kepada media ini di sela-sela acara.
Dikatakannya dalam program itu nantinya mahasiswa akan belajar bagaimana mendampingi UMKM mulai dari mengurus legalitas, izin usahanya, segi produksinya lebih efisien, packagingnya lebih menarik sehingga meningkat nilai jual.
Nantinya UMKM yang sudah dibimbing mahasiswa itu tiap bulan dievaluasi dan hasilnya dipantau.
“Di akhir semester mahasiswa itu dievaluasi. Harapannya hasilnya lebih baik, UMKM bisa naik kelas dan mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmunya sebanyak-banyaknya,” ucapnya.
Lebih jauh dikatakan Rina, untuk awal ini Apindo Sumbar menargetkan 80 mahasiswa Unand dan 20 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP).
“Karena ini yang pertama di Sumbar. Kita targetkan 100 mahasiswa yang akan dibagi dalam UMKM ini dulu. Semoga bisa bertambah terus pada tahun-tahun berikutnya. Karena bnayak juga permintaan dari kampus-kampus lain,” ucap Rina yang juga Alumni Fakultas Ekonomi Unand ini.
Dikatakannya lagi, Sumbar merupakan provinsi ketiga di Sumatera yang menggelar program ini.
“Sumbar Provinsi ketiga. Pertama Lampung, kedua Sumsel dan ketiga Sumbar,” kata dia.
Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan memperoleh banyak keuntungan. Diantaranya akan terlatih menjadi entrepreneur dan membuka lapangan pekerjaan sendiri sehingga akan mengurangi angka pengangguran.
“Kita berusaha setelah tamat kuliah tidak mencari kerja. Setelah mengikuti pelatihan di UMKM merdeka ini rasa dan daya entrepreneur akan muncul bagaimana sebuah UMKM itu bekerja sehingga menghasilkan uang. Kita memancing rasa entrepreneur itu tumbuh,” tutur Rina.
Hal ini juga sejalan dengan visi misi Gubernur Sumbar untuk mencetak 100.000 entrepreneur.
Di tempat yang sama Dekan FEB Unand, Efa Yonnedi sangat mengapresiasi program ini.
“UMKM Merdeka ini sangat bagus karena bagi mahasiswa akan mendapatkan pengalaman secara real di luar prodi. Problem di UMKM, akses terhadap pasar, pengembangan usha pengembangan SDM. Apa yang dipelajari di kampus harapannya bisa dipraktekkan,” tuturnya.
Disisi lain, UMKM juga akan naik kelas atau menjadi eksportir.
Ia menegaskan Kampus mendukung penuh mahasiswa menjadi eksportir milenial.
“Tentu kita sangat mendukung agar ketika tamat sudah punya kompetensi menjadi wirausahawan,” ucapnya.
Program ini juga menjadi pengganti SKS. Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan ini dan disisi lain perkuliahan tetap lanjut.
Program ini dapat diikuti mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang sudah dapat konsep-konsep dasar minimal di semester 4. Ia menambahkan mahasiswa semester 5 atau 6 keatas sangat relevan mengikuti program ini.
Terpisah, Kadis Koperasi dan UMKM Sumbar, Endrizal berharap akan banyak eksportir millenial yang lahir melalui program ini.
“Tentu peluang sangat terbuka. Generasi milenial bisa memanfaatkan IT untuk menunjang UMKM naik kelas,” ucapnya.
Menurutnya, program ini sangat bagus sebab mahasiswa mendapatkan ekspose yang lebih besar terhadap pembelajaran di luar kampus. (yes





