POLITIK

Caleg Petahana Berpeluang Besar Kembali Terpilih

1
×

Caleg Petahana Berpeluang Besar Kembali Terpilih

Sebarkan artikel ini

HARIANHALUAN.ID — Petahana yang kembali maju pada Pileg 2024 akan memiliki peluang lebih besar untuk kembali terpilih. Hal ini disampaikan oleh Pengamat politik Universitas Negeri Padang (UNP) Reno Fernandes kepada Haluan di Padang, Sabtu (2/9).

Reno menjelaskan bahwa peluang besar para petahana tadi untuk terpilih lagi disebabkan karena mereka memang punya sumberdaya yang lebih ketimbang caleg yang baru. Salah satunya adalah mereka telah punya popularitas. Sedang popularitas ini adalah modal dasar bagi semua calon legislatif yang mau maju untuk kontestasi nanti.

“Nah, karena kan yang mau diperebutkan nanti itu adalah suara orang banyak. Jadi, tidak heran jika banyak nama-nama petahana kembali dicalonkan pada Pemilu 2024 nanti, sebab mereka kan telah punya popularitas di mata masyarakat banyak,” ungkapnya.

Ia pun mengungkapkan, bahwa semua itu tetap kembali lagi pada bagaimana individu petahananya. Apakah saat menjabat sebelumnya ia sudah dapat bekerja dengan baik. Telah bisa melakukan hal-hal yang dapat mendongkrak popularitasnya, dan apakah kehadiran mereka di parlemen sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, sehingga dapat menarik simpati masyarakat untuk kembali memilih pada Pemilu 2024 mendatang.

“Tetapi juga tidak tertutup kemungkinan yang terjadi nanti itu adalah sebaliknya, dan itu hanya jika para petahana tadi menyia-nyiakan kesempatan yang ia dapat pada tahun 2019 lalu. Misalnya, mereka tidak bekerja dengan baik, atau tidak berbuat apa-apa selama menjabat, tentu secara otomatis kehadirannya di parlemen tidak dirasakan oleh masyarakat, jika sudah begitu, maka dengan sendirinya peluang untuk kembali menang pada Pemilu 2024  menjadi kecil,” ucap pengamat politik yang juga mantan Ketua Badko HMI Sumatera Barat ini.

Baca Juga  PSU DPD RI di Dharmasraya Rendah, Kepala SD dan SMP Jalan-Jalan

Lebih lanjut Reno Fernandes menambahkan, jika ada para petahana yang seperti ini tentu mereka harus lebih giat lagi melakukan kampanye, lalu menjelaskan kembali kepada masyarakat program-program yang mereka usung, yaang intinya mereka itu memang harus kembali membujuk masyarakat untuk memilihnya pada Pileg yang diadakan 14 Februari 2024 nanti.

“Tapi saya rasa sangat kecil kemungkinan ada petahana yang seperti itu, pasalnya setiap anggota DPR itu kan ada dana reses dan dana pokir dan lain sebagainya, yang jika dimanfaatkan secara maksimal maka dengan sendirinya hal tersebut akan mendongkrak popularitasnya di tengah masyarakat terutama di dapilnya masing-masing,” tukuknya.

Reno Fernandes pun menyinggung peluang caleg-caleg baru untuk bisa menang di Pemilu 2024 nanti. Sementara lawan politik mereka adalah petahana yang nyata-nyata sudah memiliki popularitas di mata masyarakat.

Baca Juga  Usai Musda, Golkar Tanah Datar Bertemu Bupati Eka Putra

Menurut hemat dia, sejatinya peluang caleg baru juga sama dengan petahana, namun ini tentu tergantung pada bagaimana individu si caleg. Sebab referensi masyarakat pemilih di Sumatra Barat ini agak unik, mereka tidak mempedulikan partai politik yang mengusung, melainkan benar-benar melihat individu si caleg ini.

“Kecenderungan urang awak memilih itu kan bukan berdasarkan partai politik, karena kita memang tidak memiliki idelogi partai politik, jadi perilaku memilih masyarakat kita ini, khususnya Sumbar memang masih murni berdasarkan kedekatan dengan individu si caleg ini,” katanya.

Terutama, sambung dia, kedekatan yang bersifat sosiologis, misalnya satu kampung, atau kesamaan berdasarkan daerah, atau bisa juga kedekatan yang disebabkan karena si caleg ini sering membantu masyarakat pada daerah tersebut.
“Nah, seperti itu lah karakteristik pemilih yang banyak di Sumatera Barat ini,” ungkapnya.

Berikutnya Reno mengungkapkan, jika caleg-caleg baru tadi bisa memenuhi kriteria-kriteria tersebut, maka tidak tertutup untuk mereka memenangkan kontestasi pada tahun 2024 nanti. Tentu dengan catatan harus tetap berpedoman pada hukum yang ada, dan tidak memakai cara-cara terlarang untuk membangun kedekatan itu, terutama politik uang atau money politic yang menurutnya memang harus diberantas habis. Sebab hal itu adalah musuh nyata dalam sistem demokrasi. (h/mg-drp)