KABA RANAH

UM Natsir Bukittinggi Dorong Transformasi Dasawisma Nagari

1
×

UM Natsir Bukittinggi Dorong Transformasi Dasawisma Nagari

Sebarkan artikel ini
PPM Program Studi Farmasi  UM Natsir Bukittinggi melaksanakan  program pemberdayaan Dasawisma dalam bentuk pendampingan budidaya tanaman obat keluarga di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam. IST

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID — Tim Pengabdian dan  Pendampingan  Masyarakat (PPM) Program Studi Farmasi  Universitas Mohammad (UM) Natsir Bukittinggi melaksanakan  program pemberdayaan Dasawisma dalam bentuk pendampingan budidaya Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam.

Kegiatan pendampingan dan pemberdayaan jangka panjang, dipimpin Tika Afriani, Yulia Ningsih dan Azimatur Rahmi. Budidaya tanaman obat yang bermanfaat untuk memelihara kesehatan, penanggulangan penyakit, perbaikan gizi dan lingkungan ini,   dilakukan di sekitar pekarangan rumah warga.

Ketua Tim PPM Prodi Farmasi UM Natsir Bukittinggi, Tika Afriani mengatakan, Nagari Lasi memiliki 58 Dasawisma yang dibentuk untuk  membantu kelancaran tugas dan program PKK Nagari, namun saat ini, hanya 6 kelompok Dasawisma yang aktif .

“Sebagai bentuk implementasi Tri Dharma perguruan tinggi,  Prodi Farmasi UM Natsir ingin menciptakan kemandirian kesehatan masyarakat Nagari lewat Dasawisma. Khususnya pada program budidaya  TOGA.” ujarnya kepada Haluan bari-baru ini.

Baca Juga  Hujan Badai di Nagari Limo Koto, Banyak Bangunan Rusak Ditimpa Pohon Kelapa

Tika mengungkapkan, program pendampingan UM Natsir Bukittinggi  di Nagari Lasi ini, dilakukan dengan memberikan edukasi secara komprehensif. Mulai dari  proses budidaya, pembuatan produk-produk herbal  hasil TOGA hingga pelatihan teknik Branding dan Marketing.

“Kami melakukan pengkaderan pada beberapa kelompok dasawisma yang mewakili masing-masing jorong di nagari. Pilot project dalam pendampingan TOGA ini diharapkan bisa menjadi  contoh bagi  kelompok dasawisma lainnya dalam hal budidaya dan pemanfaatan TOGA,” jelasnya.

Ia berharap, program pemberdayaan Dasawisma yang aktif dan berdaya ini, hendaknya bisa memberikan manfaat positig bagi masyarakat Lasi dari segi kesehatan maupun kesejahteraan.

Wali Nagari Lasi, Adrizal mengapresiasi program pemberdayaan yang dilakukan oleh Tim PPM UM Natsir Bukittinggi. ia menyebut, program pemberdayaan tersebut berdampak positif bagi aspek kesehatan dan kesejahteraan warganya.

Baca Juga  Kasus “Glamping Maut” di Solok Jadi Tamparan Keras, Standar Keamanan Wisata Butuh Evaluasi Total

“Kehadiran tim PPM UM Natsir Bukittinggi, bahkan telah berhasil membangkitkan kembali semangat kelompok Dasawisma Nagari Lasi yang telah vakum sejak 12 tahun yang lalu,” ucapnya.

Wali Nagari mengaku, pendampingan kelompok dasawisma Nagari Lasi telah membantu Masyarakat dalam mengidentifikasi tanaman obat yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu dan keluarga.

Hal itu karena setiap anggota dasawisma diberikan panduan tentang pemanfaatan dan pengolahan secara sederhana dan terstandarisasi dari pemanfaatan tanaman TOGA untuk pengobatan ringan.

“Tim PPM Prodi Farmasi UM Natsir juga telah  membantu meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan lokal. Salah satu keunggulan dari TOGA adalah ketersediaan yang mudah dan biaya yang rendah,” pungkasnya. (h/fzi)