HARIANHALUAN.ID – Kualitas udara di Kota Padang, dinyatakan menurun menjadi tidak sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), akibat kabut asap hingga Kamis (19/10).
Wakil Ketua DPRD Padang, Arnedi Yarmen memberikan imbauan bagi warga menyikapi kondisi ini.
“Melihat kondisi kabut yang sudah masuk pada kondisi udara tidak sehat tentunya kita berharap ini tidak berakibat yg buruk bagi kesehatan masyarakat. Tentu perlu antisipasi menyikapi kondisi ini,” ujar Arnedi yang dihubungi Haluan, Kamis (19/10).
Lebih lanjut Politisi dari Fraksi PKS ini menyebutkan beberapa antisipasi yang bisa dilakukan masyarakat saat kpndisi kabut asap kian pekat.
“Seperti tidak keluar rumah kecuali untuk suatu yang penting, keluar pakai masker, menjaga kondisi tetap menjaga kesehatan dan tidak membakar sampah,” katanya.
Disisi lain, Ia juga mengimbau Pemerintah Kota Padang segera memberikan pelayanan yang cepat bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota juga perlu antisipasi untuk pelayanan yang segera bagi masyarakat yang terdampak kabut, dengan memberikan pelayanan yang cepat dan tepat,” tuturnya.
Hari sebelumnya, Walikota Padang, Hendri Septa juga telah mengeluarkan edaran mengantisipasi dampak kabut asap.
Ia memberikan beberapa poin imbauan kepada warga Kota.
“Pertama, tidak melakukan kegiatan pembakaran apapun yang menyebabkan terjadinya pencemaran udara seperti pembakaran sampah/ban, dan lainnya,” ucapnya.
Kedua, menunda atau mengurangi aktifitas di luar ruangan/rumah terutama pada kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil dan orang lanjut usia.
Ketiga, jika berada di luar ruangan wajib menggunakan masker dengan spesifikasi minimal masker bedah atau sebaiknya masker berstandar N95 / KN95 /KF94 untuk mengurangi dampak gangguan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
“Kemudian keempat, memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi buah serta sayuran,” katanya.
Terakhir segera memeriksakan kesehatan apabila ada mengalami gangguan pernafasan atau iritasi mata ke Pusat Kesehatan Masyarakat atau pelayanan kesehatan terdekat.
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatra Barat (Sumbar), Asben Hendri yang ditemui saat mengahdiri acara bersih-bersih Pantai Padang beberapa waktu lalu juga mengingatkan masyarakat agar mengelola sampah secara bijak.
Asben Hendri menyebut masih menerima laporan masyarakat yang mengolah sampah dengan cara dibakar atau buang ke sungai.
“Membakar sampah bukan solusi. Karena debu hasil pembakaran berpotensi memicu polusi udara dan dampak lingkungannya menjadi tidak bersih,” ujarnya.
Perangai seperti ini, kata dia tidak hanya didapati dari sampah rumah tangga saja. Namun juga kelompok lain seperti petani yang selesai panen, jeraminya di tumpuk lalu dibakar.
“Kita terus edukasi dan ingatkan itu. Apalagi cuaca yang berubah dengan cepat. Dan saat ini isu polusi udara akibat kabut juga tengah jadi perbincangan,” ucapnya.
Selain membakar sampah, Ia juga menyorot perilaku masyarakat yang masih membuang sampah ke sungai.
“Dari segi Perdanya sudah ada, sanksi nya tindak pidana ringan (tipiring). Tapi masih juga,” tuturnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk meniru kelompok-kelompok yang sudah bisa memanfaatkan sampah menjadi bernilai guna ekonomis. Seperti mengolah sampah menjadi emas, menjadi uang. Intinya mengolah sampah menjadi barang daur ulang yang lebih bernilai,” kata dia. (h/yes)





