HARIANHALUAN.ID – DPD Perindo Kab Pesisir Selatan siap bagikan lagi 18 Unit gerobak UMKM dari dana pokok pikir Perindo yang akan diserahkan langsung oleh ketua DPW Sumatra Barat Hefri Admen Handra. “Kami sudah siapkan lagi sekitar 18 unit gerobak untuk Sumatera Barat yang berasal dari dana pokir Perindo, dan pada tahap ini dalam agendanya akan dibagikan ke masyarakat kita yang ada di Pesisir Selatan terlebih dahulu,” ujar Ketua DPW Perindo Sumatera Barat Hefri Admen Handra kepada Haluan, Jumat (20/10).
Ia juga menjelaskan bahwa setelah tahap satu ini tuntas dibagikan, maka yang selanjutnya baru akan dibagikan lagi ke daerah lain yang memang basic masyarakatnya itu kebanyakan adalah pada sektor UMKM ini, dan yang kita sasar itu terutama adalah para pelaku usaha mikro yang ada dimasyarakat, atau dengan kata lain pelaku UMKM yang berada pada level paling bawah, dan tak hanya itu, pelatihan dan seminar UMKM juga akan diadakan dalam waktu dekat.
“Setelah gerobak tadi dibagikan, maka selanjutnya akan diadakan pelatihan bagi pelaku UMKM, terutama dari pelaku UMKM pada level mikro, kan kita sering lihat kan ya, kadang ada yang jualan cuma pake meja seadanya, terus diatasnya ditaruh barang dagangannya, nah, pedagang seperti itu yang paling kami kedepankan untuk dibantu dan diberi pelatihan terlebih dulu, dan kami sudah sediakan 18 unit gerobak untuk itu,” ungkapnya.
Hefri Admen juga menyinggung, Sumatera Barat sebagai provinsi yang merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata, baik oleh wisatawan lokal maupun yang dari luar daerah.
“Kita membutuhkan sekali satu program khusus untuk mendorong laju pertumbuhan sektor UMKM ini, tentu saja yang tidak bertentangan dengan aturan lainnya, sebagai contoh, masyarakat pesisir pantai didorong berjualan untuk meningkatkan perekonomian keluarga, tapi aturan kan berkata lain, sepanjang pantai harus bersih dan lempang dari kaki lima, nah, ini kan otomatis berlawanan,” ungkap Admen.
Jadi, sektor ini memang harus dikuatkan terlebih dahulu, tambahnya, dan penguatan ini juga tak sebatas pada pertumbuhannya saja, tapi juga disertai regulasi yang pasti. Sebab, seharusnya kan sektor UMKM ini nantinya akan turut menjadi penentu dari kepopuleran suatu tempat wisata, karena akan menjadi ciri khas dari tempat wisata tersebut, sebagai buah tangan yang hanya ada di daerah tersebut, yang diproduksi langsung dari rumah-rumah masyarakat.
“Dan satu hal lagi, tempat wisata itu kan juga seharusnya turut memperkuat ekonomi masyarakat setempat, terutama masyarakat dengan ekonomi lemah, jadi bukan cuma pemilik-pemilik modal kuat saja yang dapat menikmati hasilnya,” tutup Admen. (h/mg-drp)





