PADANG, HARIANHALUAN.ID – Pesta demokrasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang, hampir dipastikan bakal diikuti tiga pasangan Calon Presiden (capres) dan Calon Wakil Presiden (cawapres). Ketiganya adalah Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Ganjar Pranowo – Mahfud MD serta Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming. Lantas bagaimana prediksi peta dukungan masyarakat Sumbar pada Pilpres 2024 mendatang? Akankah Sumbar masih tetap menjadi basis kantong suara utama bagi Prabowo Subianto seperti dua Pilpres terakhir?
Direktur Lembaga Survei Spektrum Politika Indonesia, Andri Rusta, menilai, sosok figur calon presiden akan menjadi pertimbangan utama bagi masyarakat pemilih Sumbar untuk menjatuhkan pilihan politik mereka di bilik suara Pilpres 2024 mendatang.
“Dari tiga nama kandidat capres dan cawapres yang akan bertarung, sepertinya pilihan politik masyarakat Sumbar tidak akan terpengaruh dengan figur Wakil Presidennya. Sebab ketiga cawapres sama-sama bukan tokoh yang terlalu dikenal dan punya akar yang kuat di Sumbar,” ujarnya kepada Haluan Minggu (22/10).
Andri Rusta menyebutkan, sejumlah hasil survei terakhir, menunjukkan bahwa Sumbar masih menjadi arena pertarungan politik sengit bagi Anies Baswedan dan Prabowo Subianto. Suara keduanya di Sumbar bahkan diprediksi tidak akan terpaut terlalu jauh.
“Sedangkan bagi Ganjar Pranowo, hasil survei terakhir menunjukkan persentase peluang keterpilihannya masih mentok di angka 10 hingga 15 persen. Sisa suara inilah yang akan diperebutkan Anies Baswedan maupun Prabowo Subianto di Sumbar,” ucap Pengajar Ilmu Politik di Universitas Andalas (Unand) ini.
Terkait dengan peluang kemenangan dua sosok capres yang digadang-gadang bakal bersaing ketat di Sumbar ini, Andri Rusta menilai raihan suara maksimal yang pernah diraih Prabowo pada dua kali Pilpres terakhir di Sumbar, akan tergerus dengan kemunculan sosok Anies Baswedan.
Sebab pada kenyataannya, Prabowo dan Anies Baswedan merupakan tokoh yang sama-sama nasionalis dan moderat. Satu-satunya keunggulan Prabowo dibandingkan Anies, adalah keberadaan mesin politik partai Gerindra yang sampai saat ini masih terlihat solid dan bekerja di Sumbar.
“Sementara Anies hanya mengandalkan figur saja. Kita juga harus melihat apakah partai NasDem dan partai pendukung Anies lainnya benar-benar bergerak atau malah hanya mendompleng nama besar Anies saja. Khawatirnya kita, jangan-jangan para caleg di daerah hanya nebeng nama dan berharap dapat pengaruh dari Anies Baswedan saja,” katanya.
Meski demikian katanya, Sumbar diprediksi masih akan menjadi daerah pertempuran politik yang sengit bagi ketiga pasang capres-cawapres. Kemenangan politik akan sangat ditentukan oleh kerja keras relawan dan mesin partai pengusung di daerah dalam menggaet massa pemilih.
“Kemenangan politik akan sangat ditentukan mesin partai dan mesin capres, apakah mereka menganggap Sumbar masih sebagai daerah pertarungan strategis sehingga mereka mau mengeluarkan sumber daya dan jor-joran merebut kemenangan,” ujar dia.
Ia menambahkan, di luar faktor kerja keras dan militansi relawan dan tim sukses mesin partai, Sumbar diprediksi akan menjadi lumbung suara bagi pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di Pilpres mendatang sepertinya hasil yang ditunjukkan oleh beberapa lembaga survei.
“Kalau tidak ada gerakan dari Timses, peta dukungan suara di Sumbar mungkin Anies nomor satu, Prabowo nomor dua. Namun selisih suara mereka ini mungkin tidak akan terlalu jauh,” terangnya.
Lebih lanjut ia sampaikan, proses lobi-lobi politik yang terjadi di seputar wacana penunjukkan Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto, merupakan dinamika proses politik yang menarik untuk disimak.
Apalagi Gibran Rakabuming yang disebut-sebut bakal digandeng Prabowo sebagai Wakil Presiden, adalah putra kandung Presiden Jokowi yang dianggap terlalu muda dan belum matang di dunia politik lantaran ia baru menjabat dua tahun sebagai Wali Kota Solo. “Sosok wakil presiden memang tidak akan terlalu berpengaruh bagi peluang keterpilihan. Padahal posisi ini sangat krusial karena dialah yang akan menggantikan tugas kepresidenan apabila presiden berhalangan,” ungkapnya.
Andri Rusta menilai, apabila pasangan Prabowo-Gibran jadi maju dan akhirnya menang, artinya Indonesia akan punya seorang Wakil Presiden yang sangat muda. Kemenangan ini juga bakal menimbulkan pertanyaan besar soal kapasitas Gibran Rakabuming ke depannya.
“Akan menjadi sesuatu hal yang menarik, apakah Gibran paham tata negara, anggaran, dan sebagainya. Sebab ia dari Wali Kota langsung naik menjadi presiden. Itu adalah suatu hal yang luar biasa. Jadi perlu juga diperhatikan kondisinya seperti apa nantinya. Apakah ini akan menjadi keuntungan bagi Indonesia atau sebaliknya,” pungkasnya. (h/fzi)





