UTAMA

Ribuan Warga Padang Terdampak Kabut Asap, Dalam Jangka Panjang ISPA Bisa Memicu Kanker

0
×

Ribuan Warga Padang Terdampak Kabut Asap, Dalam Jangka Panjang ISPA Bisa Memicu Kanker

Sebarkan artikel ini
Pengendara memakai masker pada saat berkendara di Jalan Khatib Sulaiman,Kota Padang, Selasa lalu. Kabut asap yang terjadi beberapa waktu terakhir berakibat meningkatnya kasus ISPA di Kota Padang yang mencapai angka 1.400 kasus. IRHAM

PADANG, HARIANHALUAN.ID – Sejak September hingga awal Oktober 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang mencatat 1.400 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Padang. Ini merupakan dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Padang selama dua bulan terakhir. Kondisi ini pun dikhawatirkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Sumbar, dr Roni Eka Sahputra, menyebut, ISPA tidak hanya berdampak jangka pendek, namun juga jangka panjang. 

“Tentu ada (dampak jangka panjangnya, red). ISPA memicu infeksi saluran pernafasan atas, asma, pneumonia, PPOK, penyakit paru, obstruksi kronis, dan bisa keganasan yang disebut kanker,” ujarnya saat dihubungi Haluan, Minggu (22/10). 

Sedangkan jangka pendek menurutnya, dari paparan polusi udara diantaranya seperti iritasi atau keluhan mata merah, bersin-bersin, batuk hingga tenggorokan terasa tidak nyaman.  dr. Roni menegaskan, dalam situasi kabut asap ini masyarakat harus benar-benar mengurangi aktivitas di luar rumah.

Baca Juga  HUT Bhayangkara Ke-77, Kapolres Pasaman Barat Salurkan Bansos ke Panti Asuhan

“Masyarakat harus mengurangi aktivitas outdoor mengurangi kendaraan. Dan tentu saja memakai masker untuk aktivitas olahraga di alam terbuka dan kalau bisa harus dikurangi,” ujarnya.

Sebelumnya, sejak September hingga awal Oktober 2023, Dinas Kesehatan Kota Padang mencatat 1.400 kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kota Padang. Ini merupakan dampak kabut asap yang menyelimuti Kota Padang selama dua bulan terakhir.

Kepala Dinkes Kota Padang, dr Srikurnia Yati, menuturkan, angka kasus ISPA ini disebut meningkat sebab terhitung dari tanggal 18 September hingga 24 September terdapat 1.063 kasus. “Kabut asap ini memang sangat berdampak pada kesehatan, terutama saluran pernapasan. Maka dari itu terjadi peningkatan penderita ISPA dalam rentang dua bulan,” katanya,  Minggu  (22/10).

Guna mengantisipasi agar tidak terjangkit ISPA, ia menyarankan agar masyarakat Kota Padang tetap menggunakan masker jika ke luar rumah. Hal ini sudah dituangkan dalam imbauan, Pemko Padang telah mengeluarkan Surat Edaran No. 441.7/5126/DKK/2023 terkait antisipasi dampak kabut asap.

Baca Juga  Data Kerugian Bencana Sumbar Masih Tumpang-Tindih, Penetapan Bencana Nasional Terhambat

“Dalam imbauan tersebut berbunyi kepada masyarakat agar mengantisipasi dampak kabut asap sesuai dengan surat edaran. Wajib mengenakan masker jika berada di luar ruangan,” ucapnua.

Sri Kurnia Yati menuturkan agar masyarakat memperbanyak minum air putih serta mengonsumsi vitamin jika diperlukan. Tidak hanya itu, mengonsumsi buah dan sayuran sangat disarankan agar tetap terhidrasi.

“Kalau ada masyarakat mengalami gangguan pernapasan atau iritasi mata segera melakukan pemeriksaan kesehatan. Ini penting, agar kita bisa mendeteksi sedari dini gejala apa yang diderita masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap dengan patuhnya masyarakat terhadap prosedur kesehatan selama kabut asap yang melanda Kota Padang, bakal membuat masyarakat terhindar dari gejala ISPA. (h/yes/dar)