UTAMA

Sumpah Pemuda, Asa Generasi Muda Menyambut 2045

0
×

Sumpah Pemuda, Asa Generasi Muda Menyambut 2045

Sebarkan artikel ini

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Sembilan puluh lima tahun usai Sumpah Pemuda dikumandangkan pada 1928, anak-anak muda tanah air terus mengambil peran penting dalam perjalanan bangsa. Silih berganti kepemimpinan dari generasi ke generasi untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan negeri ini. Termasuk juga di Sumatera Barat, tokoh-tokoh muda terus muncul untuk mendukung kemajuan bangsa dan tanah air.

Dari berbagai latar belakang, anak-anak muda mengambil perannya masing-masing untuk menjaga nyala api semangat Sumpah Pemuda sampai hari ini  dalam menyambut Indonesia Emas 2045.

Bahkan, pembangunan daerah kedepannya akan ditentukan oleh generasi muda hari ini. Sehingga penting bagi pemerintah untuk memprioritaskan pembangunan pemuda. Seperti halnya indeks pembangunan pemuda BPS pada 2022 sebesar 55,33, naik 3,71 persen dari tahun sebelumnya.

Ketua DPRD Sumbar Supardi menyatakan bahwa kemajuan pembangunan daerah Sumatera Barat akan dilihatkan dari seberapa mampu Sumbar menciptakan sumberdaya manusia yang cerdas dari waktu ke waktu.

Menurut Supardi, sejarah mencatat Sumbar merupakan daerah yang terkenal akan industri otak, bahkan tokoh-tokoh pendiri Republik Indonesia 70 persen berasal dari ranah Minang.

Baca Juga  Tokoh Pers Wina Armada Tutup Usia

“Jika melakukan diplomasi dengan pihak manapun tokoh-tokoh Sumbar sangat ditakuti dan disegani, namun sekarang kondisi itu sudah tidak terjadi lagi. Kenyataannya sekarang Sumbar tidak lagi mampu melahirkan orang-orang cerdas seperti di masa lalu, kita tidak ada mendengar sosok tokoh asal ranah minang yang menasional, jikapun ada hanya orang-orang pintar yang provinsi lain juga mampu melakukan hal tersebut,” ujarnya.

Supardi menilai, pembangunan SDM yang pintar saja tidak cukup. Namun harus mampu melahirkan SDM yang cerdas dan berkarakter yang akan tergerak untuk berbuat untuk pembangunan daerah.

“Pemerintah terus berupaya untuk mencari pola pendidikan yang efektif untuk generasi muda,” katanya.

MOMENTUM SUMPAH PEMUDA

Tokoh Adat M Sayuti Dt Rajo Pangulu menilai Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 menjadi momentum semangat pemuda untuk membawa bangsa dan negara ke gerbang kemerdekaan. Dengan ikrar untuk bersatu, meleburkan diri demi nusa, bangsa, dan bahasa.

Baca Juga  Warga Jadi Garda Terdepan untuk Atasi Kedaruratan Bencana

“Peristiwa Sumpah Pemuda mengajarkan tentang bagaimana mengelola perbedaan yang akhirnya menjadi persatuan,” ujarnya.

Sayuti berpendapat, seiring dengan perkembangan zaman, pemuda menghadapi tantangan demi tantangan sesuai dengan zamannya. Pada 1928, pemuda berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan Tanah Air.

Kemudian, pada hari ini pemuda dihadapi dengan tantangan yang berbeda. Apalagi dalam menghadapi tantangan era digital saat ini bagaimana pemuda tetap mampu menyalakan semangat Sumpah Pemuda untuk bisa berkontribusi terhadap bangsa dan negara.

“Jika berbicara tentang kearifan lokal, pemuda saat ini sangatlah hampir tertinggal seperti bisa melalui ungkapan-ungkapan lokal untuk membakar semangat pemuda berjuang,” katanya.

Sayuti menambahkan, pemuda sebagai generasi penerus dan calon pemimpin di masa depan harus memiliki semangat juang. Pemuda sebagai orang yang akan menggantikan generasi sekarang harus lebih dari pada delegasi yang sebelumnya.

“Makanya, pemuda saat ini harus lebih hebat dari pemuda yang lalu. Pemuda yang akan datang juga harus lebih hebat dari pemuda hari ini,” ucapnya. (h/fdi)