Ayo Baca Koran Harian Haluan

Edisi 1 Januari 1970
PARIWISATA

Menjelajah Keindahan Alam, Menengguk Kekayaan Budaya di Desa Wisata Muntei

0
×

Menjelajah Keindahan Alam, Menengguk Kekayaan Budaya di Desa Wisata Muntei

Sebarkan artikel ini
3. Seorang warga asli Mentawai tengah memasang racun pada anak panah. IST

MENTAWAI, HARIANHALUAN.ID —Tengah pekan lalu, Presiden Joko Widodo baru saja meresmikan Bandara Rokot yang terletak di Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kehadairan bandara baru ini diharapkan dapat memacu laju pengembangan sektor pariwisata Mentawai, khusus wisata surfing (selancar).

Mentawai memang terkenal dengan ombaknya yang memesona dan “menggoda” peselancar untuk ditaklukkan. Tapi Mentawai tak hanya semata-mata punya ombak. Tapi juga keindahan alam lainnya, termasuk juga kekayaan budaya yang masih asli dan terjaga.

Pengalaman itu bisa didapat jika kita mengunjungi desa-desa di Mentawai. Salah satunya Desa Wisata Muntei di Kecamatan Siberut Selatan, yang sempat menembus 75 besar Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2023 lalu.

Desa Muntei sudah ternama sebagai gerbang pariwisata wilayah Kecamatan Siberut Selatan. Beragam potensi wisata siap memanjakan wisatawan, mulai dari keindahan alam, kekayaan sejarah dan kebudayaan Mentawai yang masih kental.

Di  Desa Wisata Muntei kita akan diajak menelusuri perkampungan dalam suku asli Mentawai, menyusuri sungai tenang dengan mangrove dan perkebunan di kiri-kanan. Kemudian merasakan memasak dan menikmati kuliner khas Mentawai.

Baca Juga  100 Tahun A.A Navis, Balai Bahasa Tampilkan Panggung Sastra di CFD

Desa Muntei berada di tengah-tengah desa lainnya di Kecamatan Siberut dengan suasana lingkungan yang masih asri dan kental dengan adat Mentawai. Di Desa Muntei terdapat dua sanggar tradisional berupa uma (rumah tradisional Mentawai) yang menjadi salah satu pemikat wisata. Sanggar pertama disebut dengan Bubuakat sebagai wadah bagi masyarakat dan anak-anak untuk mengenal budaya Mentawai.

Sanggar Bubuakat ini menyimpan beragam atribut-atribut budaya Mentawai, mulai dari gajeumak atau gendang tari, alat tempat makanan (lulak), ada juga tuddukat, serta alat budaya lainnya yang dipakai oleh masyarakat saat melakukan upacara dan ritual lainnya.

Kemudian sanggar kedua adalah Sanggar Uma Jaraik Sikerei sebagai wadah untuk belajar dan mengenal budaya Mentawai pada anak-anak. Sanggar Uma Jaraik Sikerei ini tampak sebagai perpaduan musik tradisional dan modern. Sanggar ini dibina oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga setempat.

Baca Juga  Istano Basa Pagaruyung Masih Jadi Destinasi Favorit Libur Lebaran di Tanah Datar

Selain itu di Desa Muntei ini juga ada dua uma, yaitu uma milik Suku Sakukuret dan uma mlik Suku Salakkopa. Keberadaan dua uma ini menambah kesan kental kebudayaan Mentawai di Desa Muntei.

Daya tarik Desa Muntei selanjutnya yaitu masih adanya Sikerei atau tabib yang mengobati warga yang sakit dengan adat dan keyakinan suku Mentawai. Atraksi wisata lainnya dari Desa Wisata Muntei adalah pengelolaan sagu, pembuatan karbit (cawat tradisional Mentawai), hingga pembuatan tato tradisional Mentawai yang sangat ikonik.

Desa Muntei Siberut Selatan memiliki luas wilayah 20.400 hektare. Untuk menuju ke Desa Muntei jika berangkat dari pelabuhan Maileppet pengunjung harus naik ojek selama 15 sampai 20 menit ke Desa Muntei, dengan jarak tempuh 9 km. Desa ini diapit oleh dua desa, yaitu Desa Maileppet dan Muara Siberut. Desa Muntei terdiri dari delapan dusun, ada yang terletak di hulu sungai dan darat. (h/sdq)