PENDIDIKAN

Peringati Hari Sumpah Pemuda, MAN 1 Padang Laksanakan Penyuluhan Narkoba

0
×

Peringati Hari Sumpah Pemuda, MAN 1 Padang Laksanakan Penyuluhan Narkoba

Sebarkan artikel ini

HARIAN HALUAN. ID – Madrasah Aliyah Negeri  (MAN) 1 Padang melaksanakan penyuluhan anti narkoba bagi siswanya.

Kepala MAN 1 Padang Marliza kepada Harianhaluan.Id Senin (30/10/23) menyampaikan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda (HSP) tahun 2023 dilaksanakan Sabtu (28/10/23) di Mushala Nurul Ilmi MAN 1 Padang. 

Dikatakan Marliza penyuluhan tersebut diselenggarakan atas kerja sama dengan salah seorang orang tua siswa, Ahmad Jaiz, yang juga merupakan tenaga kesehatan di Rumah Sakit Jiwa HB. Saanin Padang.

Dalam sambutannya Marliza mengatakan  pada momentum peringatan HSP  siswa MAN 1 Padang harus menjadi pemuda hebat dengan taat beribadah, rajin belajar dan menjauhi tawuran serta narkoba.

Baca Juga  10 PTN Ternama Buka Jalur Mandiri Pakai Nilai UTBK-SBMPTN, Ada Universitas Andalas

“Dengan momentun peringatan Sumpah Pemuda ini semua pemuda dan khususnya siswa MAN 1 Padang harus jauh dari narkoba. Hal tersebut bisa diatasi dengan kuatkan iman, taat beribadah, rajin belajar,” jelasnya.

Marliza berharap agar dengan kegiatan ini para pemuda, yaitu siswa MAN 1 Padang terhindar dari obat terlarang ini.

Dalam paparannya, Ahmad Jaiz mengatakan bahwa Indonesia sudah darurat narkoba dan tidak baik-baik saja karena secara data 3,3 juta penduduk Indonesia (1, 77 persen) sudah pemakai narkoba.

“Indonesia sudah darurat narkoba, karena secara data 1,9 juta pernah coba pakai, 920 ribu sebagai pengguna dan 597 ribu pecandu narkoba,” jelasnya.

Baca Juga  Guru MGMP IPA Agam Dikenalkan Pembelajaran Fleksibel

Ahmad Jaiz juga menjelaskan bahwa seluruh kecamatan di Padang juga dalam kondisi tidak aman. Artinya di setiap kecamatan di  Padang terdapat para pengguna narkoba.

“Di Sumatera Barat, yang termasuk Padang di dalamnya, terdapat 1,3 persen atau 71.000 pengguna narkoba dari 5,5 juta jiwa penduduk Sumatera Barat dan angka ini cukup besar,” jelasnya lagi.

Ahmad Jaiz menambahkan bahwa usaha pemerintah dalam menekan jumlah ini adalah dengan memberikan penyuluhan kepada remaja yang rentan terpapar pada kegiatan pesantren Ramadhan dan wirid remaja.

Hadir dalam kegiatan ini  wakil kepala madrasah dan pembina PMR. (aye).