PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.ID — Dihadiri berbagai tokoh nasional hingga mantan Wakil Presiden RI, Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang, menggelar puncak resepsi peringatan Milad 1 Abad, di Aula Zainuddin Labay Komplek Perguruan tersebut, Sabtu (4/11). Dalam resepsi Milad 1 Abad itu, juga di resmikan Asrama Hajjah (Hj) Yuliana Diniyyah Puteri.
Sejumlah tokoh nasional terlihat hadir pada kesempatan itu, di antaranya mantan Wakil Presiden RI M. Jusuf Kalla, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Haedar Nashir, Gubernur Sumbar Buya H. Mahyeldi Ansharullah, Pj. Walikota Padang Panjang Sonny Budaya Putra, Anggota DPD RI Emma Yohana, Pengusaha Nasional H. Yendra Fahmi, Penyair Dr. H. Taufiq Ismail, serta tokoh lainnya.
Momen menarik pada perayaan Milad kali ini adalah penyerahan bendera 1 Abad oleh Pimpinan Perguruan Diniyyah Fauziah Fauzan kepada generasi pertama Diniyah Puteri, Siti M Nur yang diwakili oleh anaknya Taufik Ismail dan Rahmat Ismail yang juga diserahkan kepada santri generasi ke 100 dan diiringi oleh lantunan Asmaul Husna.
Taufik Ismail beserta adiknya pun turut memberikan sebuah arsip keluarga mereka berupa foto generasi pertama Diniyyah Puteri yang memuat Rasuna Said, Siti M Nur beserta teman-temannya pada generasi pertama. Foto yang berusia 100 tahun tersebut diterima langsung oleh Fauziah Fauzan.
Di hadapan hadirin yang diperkirakan mencapai 2 ribuan orang itu, Ketua Yayasan Rahmah El-Yunusiyyah Prof. Nadirman Haska, dan Pimpinan Perguruan Fauziah Fauzan, mengkespose perkembangan lembaga pendidikan khusus putri itu, sejak berdiri pada 1 November 1923 hingga berhasil melewati usia satu abad.
“Perguruan ini didirikan Rahmah El-Yunusiyyah ketika berusia masih muda, yakni 23 tahun. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi. Apalagi pada waktu itu, Indonesia belum lahir, negeri ini masih berada di bawah jajahan Belanda,” kata Nadirman.
Mantan Presiden RI H. Jusuf Kalla yang hadir langsung dalam resepsi Milad 1 Abad itu, mengaku sangat kagum pada Diniyyah Puteri, sekolah yang didirikan 1 abad lalu oleh Rahmah El Yunusiyyah.
“Begitu jauhnya perbedaan pandangan. Seratus tahun yang lalu di tempat ini sudah didirikan sekolah khusus puteri. Kami mengapresiasi kurikulum dan pembelajaran di sini. Mengikuti perkembangan, jadi tidak hanya agama tapi juga teknologi. Semoga tetap memberikan yang terbaik bagi anak muridnya,” ungkap Jusuf Kalla.
Sementara itu Pimpinan Diniyyah Puteri, Fauziah Fauzan El Muhammady, S.E, Akt, M.Si mengatakan, 100 tahun Diniyyah Puteri ini dengan menghasilkan wanita-wanita luar bisa bukan karena guru dan murid yang hebat, namun atas izin dari Allah SWT.
“Kita memiliki guru-guru berjiwa ikhlas dalam mendidik generasi-generasi untuk mendapatkan rida Allah SWT. Kita termasuk 1.000 sekolah terbaik di Indonesia dan masuk 50 top ini karena Allah SWT memberikan apa yang dilakukan oleh guru-guru kita untuk mendidik anak-anak kita. Allah memberikan kita ilmu dan kesehatan untuk tidak pernah putus untuk berdakwah,” ungkap Fauziah Fauzan yang akrab disapa Zizi.
Pada momen 100 tahun ini Jusuf Kalla didampingi Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah bersama Fauziah Fauzan dan Yendra Fahmi meresmikan tugu 1 Abad Diniyyah Puteri beserta asrama baru yang diberi nama Hj. Yuliana.
Asrama tersebut merupakan bantuan dari seorang pengusaha Indonesia asal Minangkabau, H. Yendra Fahmi yang diberi nama dengan nama ibunya yaitu Hj. Yuliana. Terdiri dari tiga lantai dan setiap kamar akan diisi 12 anak.
Untuk mengapresiasi jasa para guru Diniyyah Puteri, Yendra Fahmi juga memberikan hadiah umrah kepada 50 guru dan dua paket umrah dari Badan Pengelola Keuangan Haji. (h/piz)





