PARIWISATA

Momentum Pertumbuhan Wisata Halal

2
×

Momentum Pertumbuhan Wisata Halal

Sebarkan artikel ini
Menparekraf Sandiaga Uno saat menyuguh kopi di salah satu gerai UMKM dalam ajang WEIS 2023. IST

PADANG, HARIANHALUAN.ID — Pemerintah daerah perlu untuk merumuskan program yang konkret tentang wisata halal Sumatra Barat, sehingga mampu menjadi pemicu terhadap sektor pariwisata secara luas.

Pakar Pariwisata Universitas Muhammadiyah (UM) Sumbar, Mochammad Abdi mengapresiasi keberhasilan Pemprov Sumbar khususnya Dinas Pariwisata yang telah berhasil membenahi dan mempersiapkan destinasi wisata di Sumatra Barat menjadi destinasi wisata halal.

“Keberhasilan Sumbar menembus Top Three Muslim Travel Index 2023 tentu sangat membanggakan. Namun keberhasilan ini perlu dijadikan momentum bagi kita untuk terus memoles sektor pariwisata halal,” ujarnya kepada Haluan Jumat (3/11).

Menurut Abdi, Sumatra Barat dengan filosofi ABS-SBK nya, berpeluang besar untuk menjadi daerah tujuan utama pariwisata halal di Indonesia bahkan dunia. Apalagi, sebelumnya, Sumbar juga telah pernah menyabet sejumlah gelar serupa seperti

 World’s Best Halal Destination, World’s Best Halal Tour Operator, serta World’s Best Halal Culinary Destination.

“Nah prestasi ini adalah modal utama bagi Sumbar untuk mengembangkan pariwisata halal kedepannya. Caranya adalah dengan memaksimalkan segala potensi pariwisata yang ada sembari membenahi segala aspek penunjang pariwisata yang diperlukan,”: jelasnya.

Ia menuturkan, pariwisata halal ramah muslim, lekat dengan kesan pariwisata yang ramah, bersih dan nyaman bagi para pengunjung. Atas dasar itu, sejumlah aspek penting yang akan mempengaruhi kenyamanan pengunjung ini, perlu terus dibenahi oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

“Masjid di destinasi wisata mesti bersih dan rapi, kemudian  pelayanan atau Hospitality pemandu wisata juga harus mencerminkan identitas sebagai seorang muslim  begitupun dengan sarana akomodasi hotel, homestay resort atau  sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga  99,66 Persen Penduduk Solsel Sudah Tercover BPJS Kesehatan

Tidak kalah pentingnya lagi, sebut Abdi, pemerintah daerah di segala level tingkatan, mesti memiliki kesamaan cara pandang dalam mengelola sektor pariwisata. Setiap kebijakan hendaknya dilakukan dengan semangat kolaboratif dan saling mendukung satu sama lain.

“Begitupun dengan arah kebijakan. Bahkan kalau bisa, upaya pembangunan infrastruktur jalan, pengembangan daya tarik dan ekonomi kreatif di daerah, mesti menjadi prioritas utama. Sebab wisata halal tidak terlepas dari adanya kenyamanan bagi pengunjung dan wisatawan,” jelasnya.

Menurut Abdi, potensi wisata halal Sumatra Barat cukup menjanjikan. Bahkan hal ini terlihat pada 2016 lalu Sumbar menyabet tiga gelar sekaligus dalam ajang World Halal Tourism Award di Dubai. Ketika itu, Sumbar berhasil menyabet tiga kategori sekaligus. yaitu  World’s Best Halal Destination, World’s Best Halal Tour Operator, serta World’s Best Halal Culinary Destination.

Apalagi, sambung Abdi, Sumbar juga telah berhasil menjadi tuan rumah dalam penyelenggaraan World Islamic Entrepreneur Summit (WIES) 2023 yang akan memperkuat potensi pariwisata halal Indonesia dan Sumbar di kancah internasional.

Abdi menilai, lima agenda utama yang terdapat dalam rangkaian penyelenggaraan WIES 2023, akan berdampak positif terhadap sektor UMKM, pengembangan pariwisata halal,  desa wisata serta sejumlah industri penunjang pariwisata Sumbar lainnya.

“Apalagi secara substantif, WIES diisi dengan Expo, bazar UMKM serta melibatkan 12 desa wisata Sumbar yang telah menembus Anugerah Desa Wisata Indonesia sejak tahun 2021 hingga 2023,”ujarnya.

Baca Juga  Siswa TK Jadi Tamu Pertama Pembukaan Kembali Main Hall BEI

Ia melanjutkan, WIES 2023 bahkan telah  menjadikan Travel Mart Exibitionist  (T-Wies) sebagai salah satu  agenda utama  kegiatan. Keberadaan agenda ini, diharapkan memperkuat  relasi bisnis  pelaku bisnis Tour And Travel lokal Sumatra Barat dengan pelaku bisnis pariwisata internasional,

 “Artinya, WIES bakal  berdampak terhadap promosi desa wisata  Sumbar dan berdampak terhadap pergerakan aktivitas bisnis pelaku  usaha tour and travel lokal Sumatra Barat yang akan segera Go International,” jelasnya.

Dengan kesuksesan penyelenggaraan WIES pada tahun ini, lanjut Abdi, hendaknya Indonesia dan negara-negara peserta WIES  lainnya terus berupaya memperkuat eksistensi pariwisata halal yang notabene memiliki pangsa pasar sangat luas.

“Apalagi Sumbar dengan identitas jati diri ABS-SBK . Otomatis, sosio kultural masyarakat Sumbar sudah terikat dengan spirit religiusitas yang kuat, Seharusnya orang tidak perlu ragu lagi bahwa Sumbar adalah daerah acuan wisata halal bagi Dunia,”tambahnya.

Ia berharap, seluruh pelaku wisata di Sumbar, hendaknya terus membenahi ketersediaan fasilitas ,sarana prasarana dan kualitas pelayanan bagi wisatawan muslim yang tercermin lewat kebersihan makanan hingga ketersediaan sarana ibadah.

“Masjid mesti bersih dan rapi, kemudian  pelayanan atau Hospitality pemandu wisata juga harus mencerminkan identitas sebagai seorang muslim  begitupun dengan sarana akomodasi hotel, homestay resort atau  sebagainya,” pungkasnya. (h/fzi).