PADANG, HARIANHALUAN.ID – Direktur Bisnis PT Pegadaian Area Padang, Tumiyem saat beraudiensi dengan Wali Kota Padang Hendri Septa, beberapa waktu lalu mengatakan ASN Pemko Padang tidak saja menjadi penghasil sampah. Akan tetapi mereka juga turut menjadi nasabah bank sampah.
“Dari 14 ribu ASN di Padang, ada sebanyak 1.200 yang sudah jadi nasabah bank sampah,” katanya didampingi Humas PT Pegadaian Area Padang, Alhafiez di ruang kerja Wali Kota di Balaikota.
Tumiyem menyebut pentingnya memilah sampah sehingga bernilai ekonomis. Sampah yang telah dipilah akan ditimbang, setelah ditimbang nanti akan dinilai dengan emas, berapa pergramnya.
“Minimal untuk tabungan 10 ribu, kalau kurang nanti akan disimpan oleh administrasi bank sampah. Nanti setelah lebih 10 ribu baru bisa dimasukkan ke tabungan bank sampah,” tuturnya.
Ia meyakini, banyaknya nasabah bank sampah akan berakibat baik bagi Kota Padang. Diyakininya, sebagai kota pariwisata, Padang akan terbebas dari sampah sehingga kebiasaan tersebut dapat diterapkan juga kepada masyarakat.
“Padang sebagai kota pariwisata seyogianya bebas dari sampah,” jelasnya.
Tumiyen juga menyebut atas kontribusinya, Bank Sampah Pancadaya di Padang akan mendapat hadiah mobil truck dari Pegadaian.
Sementara itu, Wako Hendri Septa menyebut PT. Pegadaian Padang sudah banyak membantu kegiatan pemerintah.
“Sebagai bentuk perhatiannya sudah dibantu dengan motor, kontainer dan sekarang diberikan mobil truk sampah untuk bank sampah,” katanya.
Hendri Septa mengatakan kondisi yang terjadi saat ini dalam sehari saja jumlah sampah di Padang tercatat mencapai 640 ton.
“Sampah itu diantar dan menumpuk di TPA Air Dingin. Jika seperti itu terus dilakukan, bakal setinggi gunung tumpukan sampah di TPA. Makanya kita perlu lakukan cara, supaya ada penanganan yang lebih baik soal sampah itu,” katanya.
Diakuinya dengan kondisi TPA saat ini, dapat dipastikan suatu waktu TPA Air Dingin bakal sulit menampung sampah yang datang setiap harinya yang jumlahnya 640 ton. Hendri Septa melihat sejauh ini ada satu Bank Sampah yang aktif bergerak membeli sampah-sampah yang bisa dikelola kembali yakni menjadi kerajinan hingga ditukar menjadi tabungan emas.
“Cara Bank Sampah Pancadaya yang ada di belakang Kantor Camat Kuranji itu bagus. Harapannya bisa pula di bangun di kecamatan lainnya,” ujarnya.
Ia menyebutkan bila setiap kecamatan atau bahkan di setiap kelurahan terhadap Bank Sampah, maka dapat dipastikan tumpukan sampah di TPA bisa diminimalisir. Setidaknya bisa mengurangi ratusan ton sampah di TPA.
“Keberadaan bank sampah ini saya lihat mampu meminimalisir datangnya sampah ke TPA. Misalnya dengan adanya puluhan bank sampah saja, maka akan membuat timbulan sampah di TPA berkurang hampir seratus ton,” kata dia.
“Kalau tidak dari sekarang kita pikirkan cara untuk mengatasi tumpukan sampah ini, maka di tahun 2026 nanti TPA Air Dingin penuh,” tuturnya. (h/yes)





