PADANG, HARIANHALUAN.ID – Sekitar 90 persen pasien diabetes di Indonesia, merupakan pasien dengan diabetes tipe 2 yang merupakan lanjutan dari tipe 1. Banyaknya pasien tipe 2 ini, terjadi akibat lambatnya penanganan terhadap pasien, karena sebagian besar disebabkan ketidaktahuan pasien tersebut akan gejala diabetes.
Artinya, gejala diabetes bisa muncul secara diam-diam tanpa disadari pengidap diabetes. Bila tidak segera dideteksi dan ditangani, bisa berujung komplikasi yang sangat serius.
Hal itu diungkapkan Dr dr Soebagijo Adi Soelistijo, SpPD-KEMD, FINASIM, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (Papdi), saat berlangsungnya media briefing IDI via zoom meeting, Senin (13/11). Ia menjelaskan menjelaskan bahwa 1 dari 2 orang dengan diabetes tidak sadar dirinya terkena diabetes.
Berangkat dari permasalahan itulah, Adi diberi kesempatan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memaparkan materi mengenai risiko diabetes tipe 2 dan cara pencegahannya.
Risiko diabetes tipe 2 terbagi atas 6 faktor. Pertama, riwayat keluarga. Jika orang tua atau saudara terkena diabetes, risiko anggota keluarga lain terkena diabetes lebih meningkat.
“Kedua, mengenai berat badan. berat badan seseorang yang overweight atau obesitas bisa meningkatkan risiko terkena diabetes,” ujar Adi.
Ketiga, faktor usia. Risiko orang terkena diabetes akan meningkat ketika orang tersebut sudah berada di atas 45 tahun. Keempat, persoalan etnis. Etnis Afrika, Afrika Karibia, dan Asia Tenggara lebih berisiko terkena diabetes.
Kelima, aktivitas fisik. aktivitas fisik yang kurang, tiduran sambil main gadget, dan hobi ngemil bisa menyebabkan obesitas dan resistansi insulin penyebab diabetes. Terakhir, diabetes gestational. Biasanya dialami wanita yang sedang hamil, bisa meningkatkan risiko terkena diabetes.
Adi juga menyampaikan cara-cara mencegah agar orang bisa terhindari dari risiko terkena diabetes. Mengatur pola makan dan aktivitas fisik bisa menurunkan risiko terkena diabetes. Yakni dengan melakukan diet, dimana secara umum, pasien diabetes atau bagi orang yang ingin mencegah diabetes dapat menghindari karbohidrat, lemak, dan gula yang tinggi, lalu perbanyak serat.
Berikutnya, lakukan aktivitas fisik dengan total durasi 150 menit per minggu dengan melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang. Caranya, bersepeda, jalan cepat, atau joging.
Selanjutnya, selalu bersikap waspada terkait gejala penyakit yang sedang Anda alami yang mungkin saja tanda-tanda diabetes. Tanda-tanda diabetes meliputi rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, penurunan berat badan yang tidak diduga, luka yang lambat sembuh, penglihatan kabur, dan kurang energi.
“Bila merasakan satu atau lebih tanda-tanda tersebut, Anda bisa segera konsultasikan diri Anda ke dokter,” kata Adi. (h/atv)
Satu dari Dua Pasien tidak Sadar Dirinya Mengidap Diabetes
Grup WhatsApp harianhaluan.id
+ Gabung





