PERISTIWA

Didominasi Mahasiswa, 23 Korban Meninggal Erupsi Marapi Dievakuasi

0
×

Didominasi Mahasiswa, 23 Korban Meninggal Erupsi Marapi Dievakuasi

Sebarkan artikel ini
Sejumlah tim penyelamat gabungan tengah mengevakuasi korban pendaki Gunung Marapi, Selasa (5/12). Total korban meninggal erupsi Gunung Marapi yang telah dievakuasi hingga Selasa malam mencapai 23 orang. IST

BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.ID – Jumlah korban yang meninggal dunia akibat erupsi Gunung Marapi terus bertambah. Menurut laporan Basarnas, total korban meninggal kini berjumlah 23 orang. Mahasiswa berbagai perguruan tinggi mendominasi para korban erupsi Marapi tersebut.

Kepala Markas PMI Bukittinggi, Ahmad Jaiz, mengatakan, secara keseluruhan total pendaki yang menaiki Gunung Marapi melalui registrasi berjumlah 75 orang. Dimana 54 pendaki naik melalui jalur Batu Palano dan 21 pendaki naik di jalur Koto Baru. Untuk di jalur Koto Baru, semuanya berhasil dievakuasi dengan selamat

Sementara dari 54 pendaki dari jalur Batu Palano tersebut 13 orang di antaranya dievakuasi dalam keadaan meninggal. Dimana lima korban jiwa dievakuasi pada Senin (4/11) dan 8 korban jiwa dievakuasi pada Selasa (5/11).

Menurut Ahmad Jaiz, selain yang teregistrasi, tim Basarnas juga berhasil melakukan evakuasi terhadap 7 korban jiwa lainnya yang diduga naik dari Batu Palano tanpa registrasi atau tidak terdaftar. “Untuk di Batu Palano, hingga Selasa (5/11) malam semuanya sudah turun. Sebanyak 13 korban jiwa juga sudah dibawa ke RSAM untuk identifikasi,” ujarnya.

Jenazah sampai di RSAM sekitar pukul 18.30 WIB yang dibawa dengan mengunakan delapan unit ambulance secara bersamaan. Korban ditemukan oleh tim gabungan di sekitar kawasan cadas Marapi.

“Sebelumnya pada Senin (4/11), tim berhasil melakukan evakuasi 5 korban. Dengan demikian, sudah 13 korban jiwa yang sudah dievakuasi melalui jalur Batu Palano,” ujar  Ahmad Jaiz.

Baca Juga  BPS Gencarkan Sosialisasi Sensus Pertanian di Arena Penas Tani XVI

Lebih lanjut ia menyampaikan, selain 13 korban jiwa,  7 jenazah korban erupsi Gunung Merapi juga tiba di RSAM Bukittinggi sekitar pukul 19.20 WIB pada Selasa (5/11). Menurutnya, Korban yang dievakuasi ini menaiki gunung tanpa registrasi. Dengan demikian kata Ahmad Jaiz,  ada 20 korban jiwa yang dibawa ke RSAM dalam keadaan meninggal.

Sebelumnya, Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan, hingga pukul 12.15 WIB, sebanyak 8 orang korban jiwa berhasil dievakuasi.  Selanjutnya secara estafet tim yang d ibawah menyambut tim yang di atas. Sampai dibawah korban dibawa ke Ambulance dan diserahkan ke Tim Disaster Victim Identification (DVI).

Menurut Abdul Malik, tim Basarnas akan terus bekerja keras mencari korban lain meski ada hambatan. Dari pagi sudah lima kali erupsi, dan abu vulkanik juga turun sampai ke kaki bukit sehingga membuat jarak pandang tim terbatas. “Saat evakuasi 8 korban oleh tim 1 cuaca cukup cerah. Sedangkan untuk tim 2 masih menunggu informasi,” ujarnya.

Dari pantauan di RSAM, terlihat isak tangis  keluarga korban erupsi Gunung Merapi menyambut kedatangan jenazah. Tangis pilu keluarga tidak terbendung saat jenazah dikeluarkan dari ambulance menuju ruangan instalansi forensik.

Empat Mahasiswa UNP Jadi Korban

Empat mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) ikut menjadi korban erupsi Gunung Marapi. Dimana dari empat orang itu, tiga dinyatakan meninggal dunia dan satu lagi masih dalam pencarian.

Sekretaris UNP, Erianjoni, menyebut, mahasiswa UNP yang menjadi korban itu diantaranya, Liarni dari Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan, Siska Afrina dari Pendidikan Non Formal, Frengki Candra Kusuma dari Pendidikan non formal dan Reyhani dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan.

Baca Juga  Kepala BNPB Hadiri Rapat Koordinasi Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Provinsi Sumatera Barat

“UNP menerjunkan mahasiswa MPALH dan mengirimkn tiga ambulance. Pimpinan Prodi terkait dibawah komando Wakil Rektor I di lokasi penjemputan jenazah di Posko Satgas erupsi Marapi,” katanya kepada Haluan Selasa (5/12) malam.

Dikatakan Erianjoni, Rektor UNP, Prof Ganefri, juga mengucapkan belansungkawa kepada keluarga korban atas nama pribadi dan lembaga. “Dan akan terus berkomunikasi dengan tim di lapangan, sampai semua korban ditemukan dan akan mengantar jenzah sampai k kampung  halamannya,” katanya.

14 Mahasiswa PNP

Sebanyak 14 mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) menjadi korban dari erupsi Gunung Marapi. Sampai dengan hari Selasa (5/12) pukul 22.30 WIB sebanyak 13 mahasiswa PNP sudah berhasil dievakuasi dalam berbagai kondisi.

“Sebanyak 13 mahasiswa sudah berhasil dievakuasi. Satu orang yang belum dievakuasi tersebut adalah Zikri Habibi,” ujar Humas PNP, Yudhytia Wimeina, Selasa (5/12).

Lebih jauh dikatakan Yudhytia Wimena, dari 13 korban tersebut dua orang dalam kondisi selamat dan sudah pulang ke rumahnya, tujuh orang meninggal dunia, tiga orang mengalami luka bakar dan satu orang mengalami patah tangan dan kaki.

Mahasiswa yang pergi tersebut dikatakannya atas inisiatif sendiri dan tidak mengetahui kampus.“Mereka itu pergikan di hari libur dan tidak ada kegiatan kampus,”katanya. (h/tot)