PADANG, HARIANHALUAN.ID – Jajaran Polda Sumbar akan segera memanggil dan meminta keterangan petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar selaku pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Marapi usai meninggalnya 23 orang pendaki saat Gunung Marapi erupsi Minggu (3/12) lalu. Pemeriksan dilakukan untuk mendalami adanya unsur kelalaian yang menyebabkan hilangnya puluhan nyawa pendaki akibat terjebak erupsi Gunung Marapi.
“Kita akan panggil dan kroscek kembali insiden yang terjadi di Gunung Marapi. Sebab disana BKSDA memungut biaya dari para pendaki yang bakal melakukan pendakian,” ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, kepada wartawan di Mapolda Sumbar Rabu (6/12).
Dwi menjelaskan, pemanggilan terhadap BKSDA tersebut, dilakukan karena BKSDA merupakan instansi yang bertanggung jawab dalam menjamin keselamatan para pendaki yang memasuki kawasan TWA Marapi.
“Nanti akan kita dalami apakah ada unsur kelalaian di sana. Kita sudah monitoring insiden ini, yang jelas kita akan panggil dan mintai keterangan kepada stakeholder yang bertanggung jawab,” ucap dia.
Mantan Kapolres Sijunjung ini menyatakan, jajaran Polda Sumbar yang telah dikerahkan membantu proses pencarian dan evakuasi korban dan juga telah berhasil menemukan pendaki terakhir yang menjadi korban jiwa dalam bencana erupsi Marapi kali ini.
Berdasarkan identitas yang ditemukan di jasad, korban terkonfirmasi adalah Siska Alfina, Mahasiswa Universitas Negeri (UNP) yang sempat dinyatakan hilang hingga memasuki hari ketiga pascaerupsi.





