OPINI

Hari Menanam Pohon Indonesia di Hulu DAS Kampar

0
×

Hari Menanam Pohon Indonesia di Hulu DAS Kampar

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Sumbar, Prof, Dr, Ir, H Isril Berd, SU

Dr. Audy Joinaldy, MSc, ASEANWakil Gubernur Sumatera Barat pada pagi Rabu 6 Desember 2023 yang lalu menghadiri dan membuka secara resmi Hari Menanam Pohon Indonesia ( HMPI ) di Air Malanca Jorong Landai Nagari Harau Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Disamping Menanam pohon  juga menyerahkan Small Grant secara simbolis dari Field Manajer  Strengthening of Social Forestry ( SSF ) kepada kelompok penerima.

Kegiatan HMPI ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kehutanan  Sumbar, Kepala BPDAS Indragiri Rokan dan Forum DAS Sumatera Barat serta undangan lainnya. Acara Hari Menanam Pohon Indonesia yang dilansir dari laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu peringatan hari Menanam pohon Indonesia ( HMPI ) berawal pada tanggal 28 November 2007. Dimana saat itu dilaksanakan Aksi Penanaman Serentak Indonesia dan Pekan Pemeliharaan Pohon.

Dipilihnya tempat lokasi acara HMPI di Kabupaten Lima Puluh Kota  yang merupakan  langkah yang bijak oleh BPDAS Indrok. Karena Hulu DAS Kampar sangat penting artinya untuk menjaga dan memelihara kualitas biofisik Hulu DAS guna menjamin kelestarian lingkungan terutama untuk sumberdaya air yang berkelanjutan yang sangat penting artinya buat PLTA Koto Panjang dan pertanian perkebunan serta kesejahteraan bersama bagi Provinsi Sumbar dan  Riau.

Baca Juga  Crab Mentality

Hulu DAS Kampar sangat punya arti dan nilai yang amat vital untuk daerah tangkapan air Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang merupakan. Daerah Tangkapan Air Koto Panjang termasuk ke dalam wilayah Sub DAS Batang Mahat dan Sub DAS Batang Kapur. Kedua Sub DAS ini termasuk ke dalam wilayah hulu dari DAS Kampar, dan merupakan DAS prioritas dan sangat strategis dalam wilayah administrasi Provinsi Sumatera Barat. Kategori DAS Prioritas dengan nilai sangat strategis dari DAS ini, karena alasan: a) Eksistensi keberlanjutan pasokan listrik PLTA Koto Panjang dipengaruhi oleh  kelestarian ekosistem Hulu DAS Kampar yang merupakan Sub DAS Mahat dan Sub DAS Batang Kapur, b) Keselamatan wilayah hilir yaitu wilayah Kabupaten Kampar dan Indragiri Hilir, Provinsi Riau dari ancaman banjir juga dipengaruhi oleh ekosistem Hulu DAS Kampar di Provinsi Sumatera Barat. c) Ekonomi masyarakat tani yang hidup bermukim di nagari – nagari di wilayah Hulu DAS Kampar dipengaruhi oleh kelestarian sumberdaya lahan, hutan dan tata air Hulu DAS Kampar tersebut.

Baca Juga  Reshuffle Kabinet, Presiden Jokowi Lantik Ketua Umum PAN dan Mantan Panglima TNI Jadi Menteri

DTA Waduk PLTA Koto Panjang yang mempunyai luas permukaan air sekitar 12.400 hektar dengan elevasi muka air waduk berkisar antara 73,5 m sampai 85 m di atas permukaan laut dengan in-flow 100 m3 per detik dimana berasal dari Hulu Das Kampar yang merupakan bagian dari  34,60 persen airnya berasal dari Sub DAS Batang Mahat dan 65,40 persen dari Sub DAS  Batang Kapur.  Daya tampung air optimal dari waduk sebesar kurang lebih 1.545 juta m3  berperan sangat strategis dalam penyediaan tenaga air yang kontinyu untuk memutar 3 turbin listrik guna menghasilkan energi listrik 114 mega watt. Listrik yang dihasilkan sangat mempengaruhi keseimbangan pasokan dalam sistem interkoneksi kelistrikan di Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau.

Fenomena pembalakan ilegal terus berlangsung di hutan dan penggalian tambang terbuka serta alih fungsi lahan di Hulu DAS Kampar yang merupakan termasuk Wilayah Kabupaten Lima Puluh dan Kabupaten Pasaman dan juga banyak terjadi di beberapa kawasan tutupan hutan di hulu-hulu DAS di Sumatera Barat.